Golbe Minta Kejati Tuntaskan Kasus Korupsi Di Provinsi Bengkulu

Bengkulu, BM – Lagi puluhan massa dari Golbe (Gabungan Ormas dan LSM Bengkulu Bersatu,red) melakukan aksi demo di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terkait kasus-kasus korupsi yang ada di Provinsi Bengkulu. Diantara kasus-kasus tersebut ada kasus yang baru dan ada juga kasus yang lama, yang sudah dilaporkan sampai saat ini masih dalam proses, Selasa (17/05/2016).

Aksi Demo kali ini Golbe kembali mendesak Kejati Bengkulu untuk benar-benar menuntaskan kasus-kasus korupsi yang ada di Provinsi Bengkulu dalam penyataan sikap yang berisi : a. Mendesak Kejati Bengkulu mengusut tuntas kasus SPPD fiktif dewan tahun 2010 yang ditangani Jaksa Curup senilai Rp 5,7 miliar, b. Meminta Kejati Bengkulu mengusut kasus dugaan korupsi dana tak terduga sejumlah Rp 2,4 miliar tahun anggaran 2011 yang sampai saat ini belum juga diketahui kejelasannya, c. Meminta Kejati Bengkulu mengusut kasus proyek pembangunan pasar atas tahun 2013 sebesar Rp 4,7 miliar yang ditangani oleh Polres Rejang Lebong dengan jumlah tersangka 10 orang, d. Meminta Kejati Bengkulu untuk mengusut kasus deposito dana APBD Kabupaten Lebong tahun 2014 dan 2015 dengan jumlah dana Rp 80 miliar, e. Meminta Kejati Bengkulu mengusut kasus dana APBD Kabupaten Lebong tahun 2015 yang digunakan untuk instansi vertikal, f. Meminta Kejati Bengkulu mengusut kasus dana rutin jalan dan jembatan Provinsi Bengkulu tahun 2014 dan tahun 2015 untuk dana rutin tebas layar dan tambal sulam Kabupaten Lebong, g. Meminta Kejati Bengkulu mengusut kasus dana rutin rumah dinas Bupati Bengkulu Tengah selama empat tahun berturut-turut, h. Mendesak Kejati Bengkulu mengusut tuntas kasus profil desa Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2015 yang pernah dilaporkan Golbe di Kejati Bengkulu, i. Mendesak Kejati Bengkulu segera mengusut tuntas kasus di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkulu Tengah yang sudah dilaporkan Ke Kejati Bengkulu, j. Meminta Kejati Bengkulu mengusut kasus dugaan korupsi di Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah yang sudah dilaporkan, k. Meminta Kejati Bengkulu mengusut tuntas kasus korupsi aset daerah Kabupaten Kepahiang sebesar Rp 2,6 miliar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, l. Meminta Kejati Bengkulu mengusut tuntas kasus dugaan korupsi tentang pengadaan baju batik, baju hitam putih, hordeng, dan pengadaan mobil dinas untuk Kepala Bidang yang sudah dilaporkan, m. Meminta Kejati Bengkulu untuk mengusut tuntas kasus DAK dan alat peraga Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur yang pernah dilaporkan, n. Meminta Kejati Bengkulu mengusut penggunaan dana BOS (SMP dan SMA) se-Provinsi Bengkulu yang diduga kuat tidak transparan dalam penggunaanya, o. Meminta Kejati mengusut dugaan korupsi di PDAM Kabupaten Bengkulu Utara, p. Meminta Kejati Bengkulu mengusut dugaan korupsi pengadaan baju pramuka Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, q. Meminta Kejati Bengkulu mengusut tuntas dugaan korupsi Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu tentang proyek peningkatan dan pembukaan serta pelebaran badan jalan Nakau-Curup-Lubuk Linggau, r. Meminta Kejati Bengkulu mengusut tuntas dugaan korupsi proyek pembangunan/pelebaran jalan yang dikerjakan oleh PT. Asdam Jaya.

Terkait hal itu Koordinator Aksi Golbe mengatakan adanya dugaan permainan oleh oknum Kejati Bengkulu pada kasus-kasus yang pernah dilaporkan.

“Kami menduga adanya permainan oleh oknum Kejati Bengkulu dari semua kasus-kasus yang telah dilaporkan dan menduga kasus-kasus tersebut ada yang telah diselesaikan dengan damai ditempat atau di 86 kan oleh oknum Kejati Bengkulu, ditambahkan lagi lambatnya proses penegakkan hukum oleh Kejati Bengkulu terkait kasus-kasus korupsi yang ada di Provinsi Bengkulu, ini membuat kami geram seharusnya Kajati Bengkulu merasa malu hampir tiap bulan selalu didatangi masyarakat untuk mendesak dan menuntaskan kasus-kasus korupsi tersebut”, tegas Bambang Sudarmo saat menyampaikan orasinya.

Selang beberapa menit pihak Kejati Bengkulu meminta 6 orang perwakilan Golbe yaitu, Bambang Sudarmo, Hasnul Effendi, Rustam Efendi, Ishak Burmasyah, Tri Hidayat dan Supriyanto untuk menemui 3 orang perwakilan dari pihak Kejati Bengkulu diruang wartawan yaitu Kasi Penyidikan, Hamdan, SH, Koordinator Kejati Bengkulu, Adi Nuryadin Sucipto, SH, MH dan Kasi II Sospol Intelijen, Sunari, SH, MH. Satu persatu dari 6 orang perwakilan Golbe diberikan kesempatan oleh pihak Kejati Bengkulu untuk menyampaikan dugaan kasus-kasus korupsi tersebut kepada pihak Kejati Bengkulu.

“Kami menduga ada beberapa kasus yang kami laporkan sudah ada yang mencabutnya di Kejari oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, padahal kami yang melapor kenapa orang lain selain kami yang mencabutnya”, tegasnya Hasnul Effendi

Dari semua kasus yang telah disampaikan ditanggapi langsung oleh Koordinator Kejati Bengkulu, Adi Nuryadin Sucipto, SH, MH terkait semua kasus-kasus dugaan korupsi yang terjadi tersebut beliau mengatakan.

“Semua kasus-kasus tersebut akan kami ditelaan dulu oleh pihak Kejati Bengkulu, kami tidak bisa memutuskannya dengan mudahnya, perlu waktu dengan hitungan waktu yang tidak bisa ditentukan, selain itu kasus-kasus yang disampaikan ini tidak semua ditanggani langsung oleh pihak Kejati Bengkulu perlu ada pelimpahan perkara dulu dari Kejari dari masing-masing daerah, tapi tentunya kami akan menjalankan fungsi pengawasan dari pihak Kejati Bengkulu dengan menanyakan sudah sampai dimana penangganan kasus-kasus yang telah kalian sampaikan dan terkait ada yang mencabut laporan tersebut itu akan kami selidiki dulu siapa yang mencabutnya”, jelasnya.

Setelah itu, Golbe membubarkan diri dari aksi demonya dan akan kembali melakukan aksi demo lagi dengan massa yang lebih besar jika kasus-kasus tersebut belum tuntas. (BM-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *