Operasi Tangkap Tangan, KPK Tangkap Ketua PN Kepahiang

Bengkulu, BM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kepahiang yang berinisial JP dan mantan Kabag Keuangan RSMY yang berinisial SS dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kabupaten Kepahiang, Senin malam (23/05/2016).

Dalam operasi tangkap tangan KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai, dua unit mobil dan 1 unit sepeda motor serta berhasil menangkap 7 orang tersangka yang baru diketahui dengan inisial nama SA umur 53 tahun PNS Pemprov Bengkulu dan FI 29 tahun PNS Pemprov Bengkulu warga Bengkulu Tengah.

Hingga saat ini para tersangka masih berada di Markas Polda (Mapolda) Bengkulu dan belum ada keterangan resmi  dari Kapolda Bengkulu.

Sementara itu, seperti dilansirkan news.detik.com Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan operasi tangkap tangan yang dilakukan timnya. Pihak yang ditangkap merupakan Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

“Ketua PN Kepahiang atas nama JP”, ucap Agus saat dikonfirmasi, Senin (23/5/2016). Kepala PN Kepahiang saat ini dijabat oleh Janner Purba. Selain sebagai kepala pengadilan, Janner juga tercatat sebagai hakim perkara tindak pidana korupsi di PN Bengkulu.

“Ketua PN Kabupaten Kepahiang sekaligus hakim tipikor Bengkulu”, kata Agus. Janner ditangkap KPK di rumah dinasnya sekitar pukul 15.30 WIB. Namun Agus tidak menjelaskan perkara apa yang membuat Janner ditangkap KPK.

Dengan ditangkapnya Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang menuai banyak kecaman di situs jejaring sosial mulai dari facebook,twitter, hingga instagram.

Netizen banyak yang mengatakan terkait penangkapan itu. “Sungguh sangat disayangkan seorang Ketua Pengadilan Negeri dan juga sebagai hakim yang saat ini kita ketahui bersama gaji menjadi hakim dan Ketua Pengadilan tidaklah sedikit nominalnya bahkan nominalnya sangat fantastis. Itulah mungkin sifat dasar manusia yang tidak pernah puas”,  ujar para netizen.

2 tanggapan untuk “Operasi Tangkap Tangan, KPK Tangkap Ketua PN Kepahiang

  • 24 Mei 2016 pada 10:16 am
    Permalink

    terjerat kasus apa ktua pn kph pak, jd pemhadilan n rakyt tdak ada tpt
    mengadu dong

    Balas
  • 24 Mei 2016 pada 12:08 pm
    Permalink

    Kepalang tanggung udah masuk bengkulu KPK usut semua kasus di bengkulu apa lg kejahatan2 yg di lakukan oleh para aparay penegak hukum

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *