Oknum Honorer PDAM Tirta Alami Diduga Peras Warga Miskin

Kepahiang, BM – Program Hibah Air Minum program pemerintah yang berasal dari APBN tahun anggaran 2015 dibawah naungan Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat didukung oleh Australia Aid yang diperuntukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), namun kenyataanya program yang katanya gratis ini dimanfaatkan oknum honorer PDAM Tirta Alami Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang selaku pelaksana kegiatan untuk meraup ke untungan.

13318683_120300000007448659_1369345615_n

Hal ini terjadi di Desa Talang Gelompok Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang warga masyarakat berpenghasilan rendah yang berhak menerima bantuan ini diwajibkan membayar pemasangan instalasi jaringan Rp 200.000 hingga Rp 1.250.000.

13295155_247391545617870_60291512_n

Dikarenakan harus membayar nominal yang diharuskan oleh oknum honorer PDAM Tirta Alami Kecamatan Seberang Musi Kabupaten Kepahiang, salah satu warga yang tidak mampu membayar biaya instalasi di alihkan dengan warga yang lain, hal ini di ungkapkan langsung oleh Oka warga Desa Talang Gelompok yang seharusnya menerima bantuan ini namun tidak mampu membayar biaya instalasi tersebut.

Amron Hanasik selaku Kordinator Desa Talang Gelompok membenarkan terkait hal ini. Warga yang telah dipungut biaya oleh Oknum Honorer PDAM Tirta Alami tersebut meminta agar uangnya dikembalikan, jika uang warga tidak dikembalikan warga akan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib.

“Kami sudah menanyakan uang warga yang telah dipungut kepada Kepala Cabang PDAM Tirta Alami Kecamatan Seberang Musi, Hafiza namun mereka saling lempar tanggung jawab. Saat kami Menanyakan hal ini kepada Oknum Honorer PDAM tirta alami berinisial SR yang juga sebagai wartawan media cetak mingguan kepahiang bahwa uang tersebut sudah diambil oleh Kepala Cabang Tirta Alami namun saat dikonfirmasi kepada Kepala Cabang PDAM Tirta Alami Kecamatan Seberang Musi dia hanya menerima uang sebesar Rp.1.300.000 ”, ungkapnya.

Sementara itu, oknum hononer PDAM Tirta Alami Kecamatan Seberang Musi, SR (diinisialkan) dan sekaligus wartawan media cetak mingguan kepahiang saat dikonfirmasi membenarkan adanya pungutan uang kepada warga yang dilakukakannya.

“Yang saya lakukan ini tentunya ada dasar, yaitu telah ada kesepakatan dengan warga yang menerima bantuan untuk membayar uang pemasangan penambahan pipa instalasi ke rumah warga tersebut, permasalahan ini juga telah saya selesaikan kepada Oknum LSM Desa tersebut”, katanya.

Ditempat terpisah OL (diinisialkan) suami Kepala Cabang PDAM Tirta Alami Hafiza menerangkan kepada wartawan Berita merdeka melalui Via handphone mengatakan bahwa pungutan tersebut dilakukan oleh SR, namun istrinya tidak menerima uang setoran pungutan tersebut dari warga Desa Tebat Laut, Air Selimang dan Benuang Galing, istrinya hanya menerima uang setoran pungutan dari Desa Talang Gelompok.

OL juga mengatakan bahwa niat baik untuk mengembalikan uang pungutan tersebut kepada warga Desa Talang Gelompok telah dilakukan dengan mengumpulkan warga yang uangnya telah dipungut tetapi sebagian warga tidak mau menerima uang tersebut.

“Untuk permasalahan pungutan di desa lain OL tidak tau dan melemparkan permasalahan tersebut untuk dipertanyakan kepada SR”, tutupnya. (Sy)

Satu tanggapan untuk “Oknum Honorer PDAM Tirta Alami Diduga Peras Warga Miskin

  • 2 Juni 2016 pada 3:35 pm
    Permalink

    Klarifikasidikit ndan, maaf sebelumnyo, Sebagai direktur pdam saya tidak tau adanya pungutan tersebut, saya tau setelah ada pemberitaan dan pengaduan masyarkat. Dan Itupun saat ini sudah kami tindak yang bersangkutan namanya jimi alias sahiran romadan, yang bersangkutan masih honorer penjaga sumber di unit Benuang galing. Sudah kami rumahkan, dan uang yang sudah dipungut oleh oknum tersebut sudah yang bersangkutan kembalikan, bukti dan berita acara sudah yang bersangkutan serahkan kepada pdam. Atas dasar itu, yang bersangkutan sudah kami beri sanksi dirumahkan. Saya apresisi pemberitaan media ini, krn akan memberikan efek jera bagi pegawai yang lain, terutama pegawai yang masih honorer tapi sudah, berani melakukan tindakan penyimpanan dan pengutan tanpa sepengetahuan kantor pdam. Trimkasi atas informasinya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *