Profil Komjen Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A. Ph.D

Jakarta, BM – Lahir di Palembang, SumSel, Indonesia, 26 Oktober 1964  umur 52 tahun, adalah seorang perwira Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin Moch Top. Kombes. Pol. Tito Karnavian naik pangkat menjadi Brigjen Pol dan naik jabatan menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Tito Karnavian menggantikan Brigjend Pol Saud Usman Nasution yang menjabat Direktur I Keamanan dan Transnasional Bareskrim. Latar Belakang  Tito Karnavian mengenyam pendidikan SMA Negeri 2 Palembang.

Tito menyelesaikan pendidikan Akabri Kepolisian tahun 1987, Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter di Inggris tahun 1993 dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan Tito menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies. Sekolah dasar dan sekolah menengah pertama beliau bersekolah di Xaverius dan menyambung pendidikan di SMA Negeri 2 Palembang.

Tatkala duduk di kelas 3, Tito mulai mengikuti ujian perintis. Semua tes yang dijalani lulus, mulai dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Kedokteran di Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Empat-empatnya ia lulus, tapi yang dipilihnya adalah Akabri Kepolisian. Pendidikan SD Xaverius 4 Palembang, SMP Xaverius 2 Palembang SMA Negeri 2 Palembang. Tito melanjutkan pendidikan Akabri Kepolisian dan selesai tahun 1987. Tito menyelesaikan pendidikan di University of Exeter di Inggris tahun 1993 dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta tahun 1996 dan meraih S-1 dalam bidang Ilmu Kepolisian.

Tito Karnavian juga menyelesaikan pendidikan di Massey University Auckland di Selandia Baru tahun 1998 dalam bidang Strategic Studies, dan mengikuti pendidikan di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, tahun 2008 sebagai kandidat PhD dalam bidang Strategic Studies. Maret 2013 ia menyelesaikan PhD nya dengan nilai excellent.

Karier : Penangkapan Tommy Soeharto Karier Tito dalam kepolisian cepat melesat berkat prestasi yang dicapainya. Tahun 2001, Tito yang memimpin Tim Kobra berhasil menangkap mas Tommy – Hutomo Mandala Putra Soeharto, putra (mantan) Presiden Soeharto. Berkat sukses menangkap Tommy, Tito termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Densus 88 : Tahun 2004, ketika Densus 88 Anti teror dibentuk untuk membongkar jaringan terorisme di Indonesia, Tito Karnavian yang saat itu menjabat Ajun Komisaris Besar (AKBP) memimpin tim yang terdiri dari 75 personel. Unit antiteror ini dibentuk oleh Kapolda Metro Jaya (waktu itu) Irjen Firman Gani.

Penangkapan Dr. Azhari, Tito juga termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Densus 88 Antiteror, yang melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005. Konflik Poso : Densus 88 Antiteror juga berhasil menangkap 19 dari 29 warga Poso yang masuk dalam DPO di Kecamatan Poso Kota, 2 Januari 2007. Tito dan sejumlah perwira Polri lainnya juga sukses membongkar konflik Poso dan meringkus orang-orang yang terlibat di balik konflik tersebut.

Penangkapan Noordin M Top. Terbongkarnya jaringan terorisme di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, termasuk pengepungan teroris di Solo pada 17 September 2009 yang menewaskan empat orang, termasuk satu di antaranya Noordin Moch Top. Kejeniusan Tito dalam mengendus keberadaan Noordin inilah yang membuat Tito Karnavian mendapat promosi kembali. Tito kini menjadi orang nomor satu di Densus 88, Detasemen antiteror Mabes Polri. Lima tahun lalu, Tito yang berpangkat AKBP juga memimpin unit kecil anti teror ini, yang kemudian berkembang menjadi Detasemen Khusus (DenSus).

Riwayat Pendidikan SD di Palembang (1976), SMP di Palembang (1980), SMA di Palembang (1983) Akademi Kepolisian (1987) Master of Arts (M.A) in Police Studies, University of Exeter, UK (1993) Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK 1996) Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (Sesko) (1998) Bachelor of Arts (B.A) in Strategic Studies, Massey University, New Zealand (1998) Sespim Pol, Lembang (2000) D in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (magna cum laude) Lemhannas RI PPSA XVII (2011) Kursus : Advanced English Course, The British Council, Jakarta, Indonesia (1991) Management of Serious Crimes (MOSC), AFP College, Canberra, Australia (2000) Post Blast Investigation Course, Louisiana Police Academy, Batonrouge, USA (2001) Anti Terrorism Course, British High Commissioner, Singapore (2005) Maritime Security Conference and Course, Kuala Lumpur, Malaysia (2006) National Tactical Officers Association (NTOA) Conference and Course, Los Angeles, USA (2006) Short Course on Radicalisation by Australian Foreign Affairs and Trade, Sydney, Australia (2010) Gold Command Crisis Management Course, Bramshill Police Institute, UK (2010).

Penugasan Luar Negeri : UK (Master’s Degree Program – University of Exeter, United Kingdom) (1992– 1993) Republic of Ireland (Comparative Study) (1992) France (Comparative Study) (1993) (Official visit to Paris Police Nationale and Gendarmerie) (2005, 2007, 2009, 2012) Spain (Comparative Study) (1993) (Official visit to Spanish Police – Madrid) (2005) The Netherlands (Comparative Study) (1993, 2002) Italy (Comparative Study) (1993) Austria (Comparative Study) (1993)USA (NYPD, LAPD, FBI ACADEMY Quantico – Official visit) (1997) Hawaii (Asian Crimes Conference) (2004) Hawaii (PASOC Conference on Terrorism) (2007) Washington DC (Conference and Lemhannas study trip) (2008, 2010, 2011)Mexico (official visit) (2001) New Zealand (Command & Staff College 7 months) (1998) (Guest Speaker in Anti Terrorism Conference) (2005) Vietnam (ASEANAPOL Conference Hanoi) (1998) Hong Kong (official visit) (1998, 2002) (Investigation into an Intellectual Property Rights case) (2000) Australia (Official visit with the Chief of Indonesia Nat Police) (1997) (Course at Army Staff College) (1998) (Management of Serious Crime Course Canberra) (2000) (Radicalisation course in Sydney) (2010) (Seminar on Terrorism, Canberra and Sydney) (2010) Seminar on Terrorism di Canberra and Sydney (2011, 2012) South Korea (Interpol Conference – Seoul) (2002) Saudi Arabia (Umrah, Haji) (2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2011) Switzerland (official visit) (2004) Singapore (Anti Terrorism Course, info sharing with Singaore Police, Force Conference) (2005) (Guest Speaker – Asian Conference on Global Security) (2007) Various Seminars, PhD program (2008-2012) Germany (Berlin, Koln, Heidelberg – Official visit to BKA) (2005) Malaysia (Maritime Security Conference and Course, SEARCCT) (2005, 2006) Sharing operation (2008, 2009, 2010)Brunei (official visit) (2005) Turkey (Istanbul, official visit) (2005) (2nd Istanbul Conference on Terrorism and Global Security) (2007) GCTF Conference (2011) Philippines (Investigation into terrorism case) (2005) (Trainer in a joint course for INP and PNP officers) (2009) Japan (Tokyo, 1st Japan-ASEAN Dialogue on Counterterrorism) (2006) (Tokyo, Intersessional Meeting Japan-ASEAN Counter Terrorism Dialogue) (2007) Tokyo, Kobe, Kyoto

Official visit to NPA (2011) Thailand (official visit) (2006) (official visit to Indonesian Embassy) (2007) Jordan (1st Fusion Task Force –Anti Terrorism Interpol, Amman) (2006) Egypt (Official visit to Kairo and Alexandria) (2007) United Arab Emirates (Dubai – Official Visit) (2007) Pakistan (Islamabad-1st Meeting of Indonesia-Pakistan Joint Working Group on Terrorism) (2007) Russia, CT dialogue Indonesia and Russia in Moscow (2010) Cambodia (Speakers on Terrorism and Political Conflicts in Phnom Penh) (2009) (Indonesian Delegation for ASEANAPOL) in Siem Rep (2010) Poland – Head of Delegation for Anti Nuclear Smuggling – Interpol (2012) Paris- Coordination for investigating bomb blast at Indonesian embassy (2012). Ternyata Luar Biasa,..!!!

Satu tanggapan untuk “Profil Komjen Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A. Ph.D

  • 3 Desember 2016 pada 3:16 am
    Permalink

    Hello Web Admin, I noticed that your On-Page SEO is is missing a few factors, for one you do not use all three H tags in your post, also I notice that you are not using bold or italics properly in your SEO optimization. On-Page SEO means more now than ever since the new Google update: Panda. No longer are backlinks and simply pinging or sending out a RSS feed the key to getting Google PageRank or Alexa Rankings, You now NEED On-Page SEO. So what is good On-Page SEO?First your keyword must appear in the title.Then it must appear in the URL.You have to optimize your keyword and make sure that it has a nice keyword density of 3-5% in your article with relevant LSI (Latent Semantic Indexing). Then you should spread all H1,H2,H3 tags in your article.Your Keyword should appear in your first paragraph and in the last sentence of the page. You should have relevant usage of Bold and italics of your keyword.There should be one internal link to a page on your blog and you should have one image with an alt tag that has your keyword….wait there’s even more Now what if i told you there was a simple WordPress plugin that does all the On-Page SEO, and automatically for you? That’s right AUTOMATICALLY, just watch this 4minute video for more information at. Seo Plugin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *