Kehadiran Game Pokemon Go, Perlu Diwaspadai

Bengkulu, BM – Kemunculan game baru Pokemon Go beberapa hari ini mulai mewabah sampai ke Kota Bengkulu. Game baru ini (Pokemon Go,red) tak hanya mewabah di Bengkulu saja tetapi sudah mewabah pada kota-kota besar lainnya diluar pulau sumatera bahkan hampir seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Meskipun belum secara resmi diluncurkan di Indonesia game baru ini sudah banyak di download oleh banyak kalangan pelajar bahkan sampai kalangan dewasa ikut mencoba bermain game baru ini. Yang menjadi sorotan kemunculan game baru ini yaitu permainan game yang tidak seperti biasanya dengan melibatkan objek-objek nyata di dalamnya.

Terkait hal itu, aktivis mahasiswa selaku Ketua Umum PMII Kota Bengkulu, Lobian Anggrianto angkat bicara dengan kemunculan game Pokemon Go ini yang nantinya akan berdampak buruk bagi pelajar-pelajar kita khususnya Kota Bengkulu jika memainkannya.

“Permainan Pokemon GO. Game augmented reality (AR) berbasis lokasi ini banyak dipertanyakan keamanannya meskipun belum ada bahayanya untuk saat ini. Game ini dinilai tidak ada manfaatnya, bermain Pokemon Go terlalu menyita banyak waktu dengan berkeliling ke berbagai objek yang dituju. Jika game ini banyak di konsumsi oleh para pelajar maka waktu mereka yang seharusnya untuk belajar jadi terbuang sia-sia. Untuk itu, pemerintah terkait dapat mengawasi game Pokemon Go ini”, ujarnya.

Lanjutnya, selain belum secara resmi diluncurkan di Indonesia game Pokemon Go saat memainkannya menggunakan sistem GPS yang harus aktif. Dan tak menutup kemungkinan game Pokemon Go ini mengarahkan penggunanya masuk ke area militer atau lokasi penting negara dan data penggunanya sendiri juga tak aman karena bisa diketahui orang lain bahkan menurut Sekretaris Kabinet, Pramono Anung di istana negara sudah ada keberadaan pokemon.

“Untuk mengantisipasinya Badan Intelijen Negara (BIN,red) sekarang sedang mengkaji keamanan dari game baru Pokemon Go ini. Kami sebagai aktivis mahasiswa mari sama-sama kita diwaspadai game ini khususnya bagi anggota TNI dan Polri yang memainkannya”, tutupnya. (BM-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *