GOLBE Laporkan “Pemalsuan” Dokumen

Bengkulu, BM- Masih terngiang dalam ingatan kita semua,  kasus dugaan pemalsuan dokumen yang menjerat sang lengendaris Penggiat Anti Korupsi, kasus pemalsuan dokumen yang sempat menggegerkan masyarakat indonesia tersebut menyeret salah satu putra terbaik bangsa yang sangat terkenal karena keberanian serta keseriusannya dalam membongkar kejahatan korupsi di negeri ini, bahkan pria yang berjulukan Ayam Jantan dari Timur siap mati berantas korupsi ini harus mengakhiri karirnya sebagai Pimpinan KPK akibat kasus pemalsuan dokumen yang menjerat dirinya.

Golbe Lapor ke Polda Bengkulu
Golbe Lapor Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Palsu ke Polda Bengkulu

Baru-baru ini kasus dugaan yang sama juga terjadi di Provinsi Bengkulu, bahkan tidak tanggung-tanggung diduga pelakunya oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua II. Kasus dugaan ini semakin senter setelah beberapa Gabungan Aktivis yang tergabung dalam Gabungan Ormas dan LSM Bengkulu Bersatu (GOLBE), mengelar aksi unjuk rasa di simpang lima pada tanggal 15 Juli 2016, dalam orasinya puluhan aktivis tersebut meminta Waka II Kabupaten Kepahiang dicopot dari jabatannya.  Karena diduga kuat Syaparudin. S telah melakukan Pembohongan publik dengan cara memalsukan dokumen KTP serta diduga mengunakan ijazah palsu.

Ketika dikonfirmasi oleh wartawan Berita Merdeka Online, Rustam Efendi selaku Rustam Efendi Koordintor Aksi mengatakan terkait itu. “Kami telah menyampaikan berkas laporan dugaan pemalsuan dokumen KTP serta dugaan pengunaan ijazah palsu kepada Pihak Polda Bengkulu pada tanggal 15 Juli 2016 dengan Nomor Surat No: 204/GOLBE-BKL/VII/2016 yang juga di tembuskan ke pihak DPP Ketua Umum partai Nasdem, Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Bengkulu, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Kepahiang, Badan Kehormatan Dewan DPRD Kabupaten kepahiang dan KPUD kabupaten kepahiang.  Dengan harapan pihak aparat terkait dalam waktu dekat dapat mengusut dugaan yang kami maksudkan serta petinggi-petinggi partai nasdem baik yang di pusat maupun di daerah juga mengetahui apa yang sebenarnya yang telah terjadi”, sampainya.

Lanjutnya, jika hal ini dibiarkan telalu lama berlarut-larut oleh pihak petinggi-petinggi partai nasdem tanpa adanya pertimbangan sangat disayangkan. “Jika dikemudian hari akibat ulah satu oknum imbas buruk akan terjadi pada Partai Nasdem yang juga salah satu partai pengusung pemerintah yang mengedepankan restorasi perubahan untuk rakyat indonesia”, tutupnya. (Can/Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *