Jamkesprov Banyak Fiktif, DPRD Provinsi Minta Penegak Hukum Awasi Prosesnya

Bengkulu, BM – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Siption Muhadi, S.Ag mempertanyakan realisasi dana kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Provinsi Bengkulu pada tahun 2011 yang masih digunakan datanya ditahun tersebut oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Penemuan tersebut berdasarkan data sewaktu rombongan komisi IV menanyakan langsung ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Pusat, Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta beberapa waktu terakhir.

Dari hasil tersebut, diketahui data yang masih dipergunakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu hingga saat ini masih mengunakan data tahun 2011 lalu. Untuk memastikan sasaran penerima. Anggota DPRD komisi IV langsung terjun kelapangan dan menemukan ada peserta yang sudah meninggal tetapi masih dianggarkan.

“Data itu fiktif, termasuk dananya juga, karena orang yang sudah meninggal 4 tahun yang lalu masih dicairkan dananya, data tahun 2016 sama dengan data tahun 2011 tidak ada kenaikan dan tidak ada penurunan, hal ini patut dicurigai. Karena mustahil hal itu bisa terjadi. Pasti disetiap tahun ada kenaikan dan penurunan, yang anehnya orang meninggal masih dibayarkan preminya. Apakah tidak ada validasi data terhadap yang diajukan oleh kabupaten-kabupaten,” jelas Siption Muhadi, S.Ag Anggota Komisi IV dari Fraksi Kebangkitan Nurani, Kamis (08/09/2016). Untuk mencegah Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), ia berharap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu sesegera mungkin melakukan pengawasan.

“Kami berharap Kejati Bengkulu mulai melakukan pengawasan,” harapnya. Dalam data rekapitulasi penerima Jamkesmas Provinsi Bengkulu pada tahun 2011 yang saat ini masih berlaku. Tercatat sebanyak 42.994 jiwa penerima Jamkesmas. Selain itu, di tahun 2016 ini pemerintahan Provinsi Bengkulu kembali menganggarkan dana Jamkesmas provinsi senilai Rp 6,6 miliar dari APBD Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kesehatan Provionsi Bengkulu. “Untuk tahun ini masih dianggarkan Jamksemasnya,” singkat Amin Kurnia Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. (BM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *