Ngaku Salah, Saimen Masih Ngotot Benar

Bengkulu, BM – Hearing yang dilakukan DPRD Kota Bengkulu yang juga turut menghadirkan Kepala Cabang Bengkulu Saimen Bakery & Resto, Lurah Padang Jati Onlaidi, perwakilan Camat Ratu Samban dan Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Bengkulu ini, selain menegaskan bahwa pihak welcome dengan investor yang taat asas, peraturan dan ketentuan. Komisi II juga tegas menolak bangunan Saimen yang berdiri ditanah milik pemerintah serta melanggar GSB, dan meminta segera dibongkar.

Pihak saimen yang dihadiri langsung kepala Cabang Bengkulu, mengakui bahwa bangunannya salah dan melanggar garis sepadan bangunan (GSB). “Iya, bangunannya memakan GSB, tapi kami meminta bantuannya karena bangunannya hanya sementara, menunggu bangunan yang permanen selesai,” ujar Ririn selaku kepala Cabang Saimen Bengkulu, Selasa (27/09/2016).

Saat ditanya soal penyerobotan tanah milik pemerintah, yang dipakai pihak Saimen untuk membangun bangunan semi permanen miliknya, pihak saimen mereka memiliki izin dan dasar untuk mendirikan bangunan milik mereka.

“Kalau dianggap nyerobot sih saya rasa tergantung cara pandang, kalau tanpa izin dan dasarnya saya rasa itu penyerobotan, tapi rasa Saimen punya dasarnya,” ujar Ririn.

Terkait keputusan Komisi II DPRD Kota Bengkulu untuk membongkar bangunan milik Saimen, Ririn tidak bisa memastikannya, karena ia akan berkomunikasi terlebih dahulu kepada atasannya.

“Kalau masalah itu kita komunikasikan dulu kepada pak Simon, saya kan hanya mewakili pak Simon, nanti kita lihat responnya gimana dari pak Simon,” ungkapnya. (D12)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *