Terdakwa Kasus Pelindo Merasa Di Kriminalisasi

Bengkulu, BM – Terdakwa MA dan YN dugaan Pungutan Liar (Pungli) di PT. Pelindo II Cabang Bengkulu merasa dikriminalisasi oleh oknum tak bertanggung jawab. Hal tersebut dikatakan, H. Budi Sanjaya, SH selaku Penasehat Hukum (PH) terdakwa.

“Pekara ini bukan tindak pidana pemerasan dalam jabatan, perkara ini perkara yang biasa dan itu memang berlaku di Pelindo II,” jelasnya, Kamis (29/09/2016). Pasca penetapan tersangka oleh pihak Polda Bengkulu, MA dan YN merasa dirugikan.

“Klien saya merasa dikriminalisasi oleh oknum tak bertanggung jawab. Sebab, dia melakukan pungli itu juga menguntungkan negara,” sesalnya di PN Bengkulu usai mengikuti sidang kliennya.

Untuk diketahui, kasus dugaan pungli yang dilakukan terdakwa MA dan YN kepada pihak Asosiasi Perusahaan Batubara yang di pelabuhan Pelindo II di Pulau Baai terjadi sejak tahun 2011-2012, sehingga pada bulan Mei lalu, pihak penyidik Tipikor Polda Bengkulu menetapkan keduanya sebagai tersangka. Keduanya disangka Pasal 12 Huruf (e) UU RI No 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindakan pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP. (BM-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *