Cipayung Plus, Sampaikan Tuntutan Didepan DPRD

Bengkulu, BM – Peringati hari Sumpah Pemuda puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kelompok Cipayung (PMII, HMI, GMNI, GMKRI) serta BEM yang berasal dari berbagai perguruan tinggi yang berada di Provinsi Bengkulu, melakukan aksi damai didua titik, yakni di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu dan kantor Gubernur Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan tuntutan.

“Kami menuntut Pengadilan Tinggi Bengkulu harus memutus bebas Poniran dan Manisem yang dituduh mencuri oleh PT. Darya Dharma Pratam, dan stop kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak,” teriak Erwin yang juga koordinator aksi, Kamis (10/11/2016).

Para pendemo juga meminta Kapolda harus menindak tegas oknum aparat yang terlibat dalam pengendalian massa sesuai Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006, elit negara harus menjadi contoh dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Pemerintah Daerah harus mengatasi degradasi moral dan mengalokasikan anggaran pendidikan sesuai amanat undang-undang, serta menghentikan pembangunan PLTU Pulau Bai. Terakhir, DPRD Kota harus segera memiliki kode etik, dan menindak oknum anggota dewan yang berbuat asusila,” kembali terdengar suara Erwin dengan berbagai tuntutan.

Setelah beberapa saat menyampaikan orasi serta tuntutan mereka, di depan gerbang Kantor Wakil Rakyat Provinsi Bengkulu, perwakilan dari Cipayung plus diterima tiga anggota DPRD Provinsi, Raharjo Sudiro, Sohery Ersuan dan Yulia Susanti untuk melakukan hearing. (D12)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *