Ketum HMI : Peran Penting Pemuda Untuk Kemajuan Labuhanbatu Selatan

Labuhanbatu Selatan, BM – Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang beribukota di Kotapinang adalah kabupaten yang baru dimekarkan dari Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2008 pada 24 Juni 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Selatan, semasa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kabupaten Labuhanbatu Selatan berada di wilayah Provinsi Sumatera Utara dan merupakan pintu gerbang Provinsi Sumatera Utara ketika masuk dari Provinsi Riau.

Dikabupaten ini juga memiliki potensi yang banyak, baik SDA-nya maupun SDM-nya, dan dari SDA-nya yang paling mendominasi yaitu perkebunan karet dan kelapa sawit sedangkan dari SDM-nya yang juga tidak diragukan lagi melihat banyaknya putra Labusel yang secara akademis menjadi Doktoral bahkan Profesor.

Sedangkan dari sisi kepemudaannya memiliki potensi yang cukup besar, terbukti dengan banyaknya OKP/OKI serta Lembaga-Lembaga yang lain dan sudah tentu intensitas dalam menggunakan “hak kritisnya” kepada Pemda Labusel cukup banyak dan mendapat dukungan yang baik dari masyarakat. Akan tetapi, dari sisi SDM masih tetap perlu menjadi konsentrasi yang cukup serius terkhusus para pemuda di kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Menanggapi Peran Penting Pemuda untuk Pembangunan dan Kemajuan Labuhanbatu Selatan, Ilham Fadli Putra asal Jalan Kalapane Kota Pinang Labusel yang menjabat Ketum HMI Cabang Labuhanbatu Raya (23/1/2017) mengatakan bahwa semangat pemuda itu sangat penting, dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan di bawah kepemimpinan H. Wildan Aswan Tanjung harus membuka kesempatan bagi setiap masyarakat untuk mengisi pembangunan serta kemajuan Labusel.

“Pemuda sebagai elemen penting masyarakat dalam pembangunan daerah, sudah sepatutnya memaknai dan mewarnai setiap kebijakan pembangunan daerah. Disinilah pentingnya pemuda memposisikan diri dan mengambil peran-peran strategis dalam pembangunan daerah saat ini, serta peran-peran strategis yang memberi konstribusi bagi percepatan pembangunan daerah menjadi pilihan yang tidak boleh berlalu tanpa pemaknaan dari pemuda,” ucapnya.

Selain itu, praktek desentralisasi yang acapkali tidak tepat diterjemahkan oleh pemerintah daerah, perlu terus mendapat kontrol dari masyarakat terkhusus pemuda. Maka, pilihan sebagai oposisi (pengontrol kebijakan) dalam setiap kebijakan pembangunan daerah juga merupakan pilihan strategis bagi pemuda dan sudah sepatutnya pemuda tidak lagi hanya dalam posisi berpangku tangan atau menunggu inisiasi dari pemerintah daerah untuk bersama-sama berperan mengisi pembangunan daerah.

“Menginisiasi dan mendorong konsep pembangunan daerah dalam era desentralisasi ini, sangat terbuka bagi pemuda. Pemuda yang mampu membaca tanda-tanda zamannya, seyogyanya telah berada pada pilihan penguatan kelembagaan lokal, guna mendorong kesadaran semua elemen masyarakat untuk terlibat aktif mendorong percepatan pembangunan daerah. Akhirnya, pemuda harus menyadari bahwa, harapan dan cita-cita kemerdekaan akan kedaulatan sepenuhnya untuk rakyat, dengan semangat demokrasi oleh dan untuk rakyat, di era desentralisasi ini, ada dipundak para pemuda,” ujar Fadli.

Lanjutnya, Fadli mengatakan bahwa pemuda harus memiliki keyakinan akan pengabdian kemanusiaan sebagai saksi sejarah. Pemuda memiliki ruh dan jiwa yang satu dalam tubuh mereka dan menjadi titik tekan tradisi peran yang searah. Penegasan bahwa pemuda adalah penyandang predikat pembangun, karena pemuda tidak hanya berada dalam kapasitas memperkuat wawasan intelektual. Akan tetapi juga berperan sebagai pemasok infrastruktur perubahan masyarakat dalam agenda-agenda strategisnya.

“Karena itu diperlukan generasi muda yang percaya diri, dengan visi luas dan ambisi dalam kreativitas yang kuat untuk menguasai ilmu pengetahuan maupun teknologi yang diperlukan guna menciptakan kemakmuran, kemajuan peradaban, dan keadilan sosial hingga masyarakat Labuhanbatu Selatan menjadi sejahtera secara keseluruhan,” Tutup Fadli. (KR)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *