Alih Status, Resmi Milik Provinsi Bengkulu 171 SMAN/SMKN

Bengkulu, BM – Sebanyak 171 Sekolah  Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) se-kabupaten dan kota Bengkulu, resmi menjadi tanggungjawab Provinsi Bengkulu. Hal ini ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan 171 orang Kepala Sekolah SMAN dan SMKN di Gedung Serba Guna Pemprov Bengkulu, pada Jumat (3/3/2017).

Mereka dilantik dan dikukuhkan langsung oleh Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti,  berdasarkan surat Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor : SK 821/D/34/2017  tertanggal 02 Maret 2017.

Dari 171 orang kepala Sekolah yang dilantik tersebut, dimana 108 orang kepala SMAN dan 63 orang kepala SMKN, namun ada 11 orang yang tak sempat hadir karena sedang ibadah umroh dan sakit.

Pelantikan ini sebagai implentasi dari alih status kewenangan dari kabupaten/kota ke Provinsi Bengkulu. Pengalihan kewenangan tersebut meliputi aset personil, sarana dan prasarana, pembiayaan serta dokumentasinya, yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 lalu.

Dalam sambutannya, Gubernur Ridwan Mukti meminta agar seluruh kepala sekolah yang dilantik dan dikukuhkan tersebut dapat meningkatkan mutu pendidikkan, sehingga dapat bersinergi dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Begitu strategisnya mutu pendidikan ini, sebagai obat ampuh dalam mengentaskan kemiskinan dan peretasan ketertinggalan” tutur  Gubernur Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan menginginkan agar kepala sekolah  jangan berfikir tentang penghasilannya saja, walaupun Ridwan mengakui, negara kita ini belum sepenuhnya dapat memberikan kesejahteraan bagi guru pendidik.

“Jangan kita tuntut terus Negara ini untuk memberikan yang terbaik bagi kita, namun bagaimana kita dapat membangun daerah ini dengan sarana pendidikan,” tegas mantan anggota DPR RI tersebut.

Ridwan juga menyampaikan, saat ini pemerintah telah merombak birokrasi menjadi bersih, sehingga, tegasnya, untuk menjadi kepala sekolah tak ada lagi dengan cara sogok menyogok.

Dengan begitu, sambungnya,  para kepala sekolah diminta untuk fokus pada pendidikan saja, agar menghasilkan generasi penerus yang cerdas dan mumpuni, sehingga dapat  berkontribusi  dalam pembangunan di Provinsi Bengkulu.

“Kami hanya minta, tolong cerdaskan anak didik kita, itu saja,” tegasnya. (MC/D12)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *