Musda MUI IX Rejang Lebong, Mabrur Syah Terpilih Jadi Ketua

Rejang Lebong, BM – Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke IX Kabupaten Rejang Lebong kembali digelar pada, Sabtu (25/3/2017) untuk membahas laporan pertanggung jawaban sekaligus memilih ketua dan pengurus baru untuk masa khidmat tahun 2017-2022.

Dalam musyawarah tersebut Mabrur Syah yang aktif sebagai dosen di STAIN Curup terpilih menjadi Ketua MUI Kabupaten Rejang Lebong untuk masa khidmat 2017-2022. Pihaknya akan bekerja meneruskan program yang belum terlaksana, membantu kelancaran program Pemda, sekaligus meningkatkan kualitas MUI di masa yang akan datang.

“Visi saya menjadi Ketua MUI Kabupaten Rejang Lebong yang baru yaitu untuk meneruskan program yang belum sempat dilakukan serta bekerjasama dengan pemerintah kabupaten menciptakan Curup yang religious,” ungkapnya.

Pihaknya akan berfokus kepada program pembentukan dan peningkatan akhlak serta pengetahuan keagamaan seluruh masyarakat Kabupaten Rejang Lebong melalui pengajaran yang dilakukan oleh seluruh da’i semua Desa di Kabupaten Rejang Lebong.

“Program pak Bupati kan menjadikan Rejang Lebong yang religius jadi insyaallah nanti kami akan bersinergi dengan seluruh da’i untuk mengoptimalkan pengajaran di tingkat skala desa,” tambahnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Umum MUI Provinsi Bengkulu, Hamdani dalam sambutannya mengatakan bahwa MUI sebagai lembaga independen harus ikut mendorong dan mendukung program pemerintah daerah serta turut menciptakan kultur masyarakat yang agamis serta religius.

“Saya berharap, kegiatan Musda MUI ke IX ini dapat menciptakan program-program yang efektif untuk membangun masyarakat dari sisi kejiwaan sehingga dapat menciptakan masyarakat yang baldatun toyyibatun,” tuturnya.

MUI Kabupaten Rejang Lebong juga harus menjadi organisasi yang mampu mereduksi perbedaan baik tata laksana ibadah maupun mazhab antar organisasi islam sehingga tidak menimbulkan perpecahan antar sesama umat Islam.

“Di MUI ini semua element ormas islam ada dan jarang ada perselisihan. Nah, itupun harus ditularkan kepada masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong,” imbaunya.

Sementara, Bupati Rejang Lebong, DR (HC) H. Ahmad Hijazi, SH, M. Si dalam sambutannya sekaligus membuka acara mengungkapkan bahwa tidak menginginkan MUI menjadi penyebab perpecahan. Namun, seharusnya MUI menjadi organisasi pemersatu umat Islam di Kabupaten Rejang Lebong.

“MUI juga jangan asal mengungkapkan fatwa, harus sesuai dengan landasan utama jadi tidak menimbulkan kesalahan penangkapan dari masyarakat,” imbaunya. (CW01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *