Gerakan Anti Pungli, Polres Kab. Rejang Lebong Gelar FGD

Rejang Lebong, BM – Polres Kabupaten Rejang Lebong menggelar acara Fokus Group Discussion (FGD) dengan Disdikbud di depan Kantor Disdikbud Kabupaten Rejang Lebong, pagi ini (30/3/2017) untuk membahas dan mensosialisasikan gerakan anti pungli di Kabupaten Rejang lebong.

Sasaran FGD yaitu seluruh Komite dan Kepala Sekolah yang baru di lantik se-Kabupaten Rejang Lebong. Acara FGD adalah acara yang positif yang diadakan oleh Polres Kabupaten Rejang Lebong guna memberikan wawasan kepada seluruh jajaran komite sekolah yang baru dilantik agar tidak berupaya melakukan pungli.

“Terimakasih Pak Kapolres, FGD ini sangat bagus untuk menambah wawasan para Kepala Sekolah baru sehingga nantinya tau apa dan bagaimana yang dimaksud pungli itu,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Rejang Lebong, H Nahdiyatul Hukmi M.Pd.

Sementara itu, dalam materinya, Kapolres Rejang Lebong, AKBP Napitupulu Yogi Yusuf menyampaikan bahwa seluruh elemen yang ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Rejang Lebong diharapkan mampu mawas diri dan senantiasa bekerja atas dasar pengabdian bukan keuntungan untuk mencegah berbagai percobaan melaksanakan pungli di tingkat sekolah.

“Kita semua harus mawas diri dan dasarnya bekerja yaitu buat mengabdi kepada negara bukan buat cari untung, kalo mau cari untung malah nanti ujung-ujungnya pungli,” ujarnya.

Selain itu, Kapolres juga berharap Kepala Sekolah se-Kab.Rejang Lebong dapat mengikutsertakan seluruh orang tua siswa yang berprofesi sebagai Polisi atau Jaksa menjadi anggota Komite untuk ikut mengawasi dan mencegah terjadinya pungli.

“Saya juga disini berharap seluruh Kepala Sekolah yang baru dilantik ini bisa memperkenankan anggota saya yang anaknya masih sekolah buat jadi anggota komite sekolah,” tambahnya.

Wakil Bupati Kab. Rejang Lebong, Iqbal Bastari, S.Pd, MM dalam penyampaiannya juga menghimbau seluruh Komite dan Kepala Sekolah untuk membangun sarana dan prasarana sekolah secara berangsur-angsur dan meningkatkan perawatannya sehingga bisa menghapuskan pungutan-pungutan kepada siswa.

“Sebenarnya, baik itu sarana maupun prasarana di sekolah sudah lumayan baik tinggal bagaimana merawatnya dan untuk yang belum dibuat ya dibuat bertahap,” pungkasnya. (CW001)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four − three =