Awas !!! Marak Gula Merah Campur Detergen

Rejang Lebong, BM – Kabupaten Rejang Lebong merupakan salah satu penghasil gula merah terbaik di Provinsi Bengkulu dan menjadi favorit masyarakat Bengkulu untuk mengkonsumsinya. Namun, akhir-akhir ini masih marak adanya pencampuran detergen ke dalam gula merah tersebut.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) ketika diwawancarai pada acara Gerakan Keamanan Pangan, Kemarin (5/4/2017) menyampaikan bahwa sekitar 20% petani gula merah di Kabupaten Rejang Lebong menggunakan detergen untuk campuran gula merah.

“Sekitar 20% petani gula masih mencampurkan detergen kedalam air nira gula merah untuk menetralkan keasaman pada air tersebut,” ujarnya.

Bahaya konsumsi gula merah bercampur detergen dalam jangka panjang yaitu dapat menyebabkan gangguan gijal, batu ginjal, bahkan dapat terjadi gagal ginjal.

“Bahaya kalo dikonsumsi jangka panjang, nanti bisa batu ginjal bahkan gagal ginjal,” tambahnya.

Pihaknya menghimbau para petani gula untuk beralih dari menggunakan detergen ke penggunaan kapur sirih untuk menetralkan keasaman pada air nira gula merah sebab lebih aman untuk di konsumsi.

“Petani gula lebih baik pindah menggunakan kapur sirih untuk menetralkan asam soalnya lebih aman dikonsumsi masyarakat”. tuturnya.

Sementara, Deputi III BPOM bidang pengawasan pangan dan bahan berbahaya, Drs. Suratmono MP menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan kaderisasi kepada petani gula di beberapa desa terpilih Kabupaten Rejang Lebong untuk ikut mengawasi kegiatan usaha tani untuk meningkatkan keamanan pangan.

“Setelah sosialisasi nanti kami adakan bimtek dan pengkaderan petani biar bisa mengawasi usaha tani di desanya masing-masing,” ungkapnya. (CW001)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *