Bawa Misi Perdamaian Pasutri Asal Malang Keliling Lintas Negara dengan Sepeda

Bengkulu, BM – Demi misi perdamaian dunia, Hakam Mabruri, pria asal Desa Gading Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang ini, mengajak istrinya Rofingatul Islamiah bersepeda lintas negara menuju tanah suci Mekkah.

Keprihatinannya terhadap konflik yang terjadi di Indonesia dan di banyak negara saat ini, menggugah Hamka membawa misi perdamaian dan kerukunan antar umat beragama dengan beziarah dan mengunjungi tempat tempat suci semua agama di daerah yang akan dilaluinya.

Hakam beserta istri memulai perjalanannya sejak 17 Desember 2016 lalu. Sepeda tandem yang mereka gunakan ini tak semudah menggunakan sepeda pada umumnya, pengguna sepeda tandem harus memiliki kekompakan.

Dikatakan Hamka, penggunaan sepeda tandem adalah sebagai simbol persatuan, “kami ingin memberikan contoh, kalau dengan bersatu dan punya satu tujuan, semua akan mudah dilakukan. Bangsa ini juga akan maju jika semua bersatu dan saling kerjasama.” Jelasnya

Hamka dan Rofingatul tiba di Kota Bengkulu Selasa malam (11/4/17), setelah 4 bulan melakukan perjalanan dari Malang, melintasi pulau Jawa dan menyebrang ke pulau Sumatera melalui pelabuhan Tanjung Priuk menuju pelabuhan Pangkal Balam Bangka Belitung.

Menurut Hakam, keputusannya melewati Bengkulu merupakan suatu anugrah, sebelumnya Hakam tidak berencana lewat Bengkulu, “selama perjalanan, kami disuguhi pemandangan indah dan nuansa pegunungan yang sejuk,” Ujar Hakam, sambil menunjukkan foto selfienya saat berada di objek wisata Danau Mas Harun Bastari Kabupaten Rejang Lebong.

Plt. Sekda Provinsi Bengkulu, Sudoto menyambut baik kedatangan Hakam dan Rofingatul di Provinsi Bengkulu. Sudoto menyampaikan pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh pesan perdamaian yang disebarkan lewat misi ini.

Pasangan suami istri ini kemudian melanjutkan perjalannya melalui jalan lintas barat sumatra menuju pekan baru riau. Dari riau perjalanan akan dilanjutkan ke batam lalu menyebrang ke negara malaysia, thailand, nepal, india, yordania, palestina, israel dan mesir yag diperkirakan selesai bulan oktober 2017. (MC/D12)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *