Pembangunan Daerah Juga Harus Peduli Lingkungan

Rejang Lebong, BM – Hari ini Senin (17/04/2017), Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rejang Lebong menggelar sosialisasi untuk meningkatkan daya dukung lingkungan untuk perencanaan pembangunan wilayah di Kabupaten Rejang Lebong. Acara ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Rejang Lebong, Iqbal Bastari, S. Pd, MM dengan peserta yang berasal dari seluruh perwakilan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang berada di lingkungan Kabupaten Rejang Lebong dan menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya.

Wakil Bupati Kabupaten Rejang Lebong, Iqbal Bastari, S. Pd, MM mengungkapkan bahwa acara sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa pembangunan harus mempertimbangkan daya dukung, pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Rejang Lebong.

“Sosialisasi ini dilakukan buat mengingatkan pelaksana pembangunan untuk ikut mempertimbangkan tiga aspek yaitu daya dukung, pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutannya”, tuturnya.

Pihaknya juga mengharapkan kegiatan sosialisasi mampu mengingatkan seluruh OPD untuk tidak melakukan eksploitasi yang berlebihan terhadap bahan baku tertentu untuk pembangunan sehingga menimbulkan kehabisan bahan baku tertentu.

“Jadi mengingatkan OPD untuk tidak mengeksploitasi bahan baku tertentu, bisa digunakan pengganti. Contohnya, Jembatan kan gak semuanya harus pakai kayu sebab ketersediaan kayu terbatas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekonomi Regional Sumatera, Drs. Amral Ferry dalam materi sosialisasinya memaparkan bahwa Kabupaten Rejang Lebong memiliki potensi alam yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tetap harus dikelola dengan baik dan dimanage sehingga menurunkan tingkat limit dari bahan baku tersebut.

“Kita mengenal sumber alam itu yang bisa diperbaharui dan tidak bisa diperbaharui. Nah, biarpun di Rejang Lebong ini melimpah mau yang diperbaharui ataupun yang tida diperbaharui tapi tetap harus di atur,” katanya.

Bahan pengganti dapat digunakan untuk meminimalisir bahan baku utama terutama bahan baku yang tidak bisa diperbaharui untuk pembangunan Daerah. Sehingga, dapat menciptakan konsep Pembangunan yang Peduli Lingkungan.

“Bahan pengganti selain bahan baku utama juga kan bisa digunakan sebagai upaya pengaturan eksploitasi bahan baku utama apalagi yang tida dapat diperbaharui,” pungkasnya. (CW001)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *