Kejar Ketertinggalan, Gubernur Bengkulu Rapat Terbatas dengan Presiden

Jakarta, BM – Rencana Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti kejar ketrtinggalan provinsi yang dipimpinnya dengan konsep pembangunan koridor, mendapat respon baik dari Presiden Jokowi. Hari ini (31/5/17) Gubernur Ridwan Mukti diundang ke istana, melakukan rapat koordinsi terbatas bersama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam pertemuan yang membahas evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Provinsi Bengkulu ini, Gubernur Bengkulu paparkan berbagai pokok persoalan, diantaranya masalah kemiskinan dan keterisolasian hingga masalah konektivitas dengan provinsi tetangga yang sangat terbatas.

Dihadapan Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur Begkulu menjelaskan, program strategis nasional di Sumatera tidak berdampak ke Provinsi Bengkulu. Menurut Gubernur Ridwan Mukti, Bengkulu terisolir dari arus logistik utama di timur Sumatera dan Selat Malaka.

Jalan lintas Sumatera, tambah Ridwan Mukti, tidak memberikan efek ekonomi pada Bengkulu. Tol lintas Sumatera yang meliputi Lampung-Palembang-Jambi-Pekan Baru-Medan dan Banda Aceh, menurut Ridwan Mukti juga tidak berefek ke Bengkulu.

Oleh sebab itu, Gubernur Ridwan Mukti minta, rencana pembukaan akses ke provinsi tetangga yang sangat terbatas segera dibangun. Ridwan Mukti menambahkan, perlu membuka setidaknya 5 akses baru menuju Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung.

Agar Bengkulu tidak terisolasi, menurut gubernur Ridwan Mukti, perlu jaringan listrik Sumatera interkoneksi. Selain itu, Bengkulu juga perlu bangun rel Kereta Api agar akses logistik lancar dan terkoneksi langsung dengan Pelabuahan BantalKabupaten Mukomuko, Pelabuhan Pulau Baai-Kota Bengkulu dan Ppelabuhan Linau Kabupaten Kaur.

“Presiden Jokowi tadi menyatakan mendukung pengembangan sektor swasta di Bengkulu. Proyek Strategis Nasional atau PSN jadi syarat utama pemicu investasi swasta. Buka isolasi Bengkulu, baik akses darat, laut dan udara. Juga listrik dan kawasan industrya,” ungkap Gubernur Ridwan Mukti.

Menanggapi paparan Gubernur Ridwaan Mukti, Presiden Jokowi segera memerintahkan Menteri PU, agar segera tindak lanjuti terkait infrastruktur konektifitas 5 jalan yang diusulkan gubernur. Selain itu, Presiden Jokowi juga memerintahkan Menteri ESDM agar tindak lanjuti segera soal interkoneksi listrik Sumatera serta PLTU.

“Saya minta konektifitas harus menjadi perhatian dan harus ditingkatkan, terkait yang ada di Provinsi Bengkulu maupun antara Bengkulu dengan provinsi lainnya,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI ini menjelaskan, jika masalah konektivitas dapat teratasi segera, maka Bengkulu akan lebih maju, “saya yakin kedepannya pertumbuhan di Bengkulu bisa bergerak lebih cepat lagi dan tumbuh lebih tinggi, jika kita mampu mengatasi masalah konektifitas,” tambah Jokowi.

Gubernur Ridwan Mukti yang didampingi Plt. Sekda dan Kepala (Plt.) Bapedda Provisi Bengkulu, mengaku senang atas respon baik presiden.

“Selain kepada Menteri PU dan Menteri ESDM, Presiden juga memerintahkan Menteri BUMN untuk bangkitkan sektor swasta termasuk perbankan di Provinsi Bengkulu, serta Menteri PPN/Kepala Bapenas agar segera matangkan perencanaan, seperti yang disampaikan oleh gubernur dan yang disampaikan oleh Menteri PPN waktu ke Bengkulu,” ujar Taufiq Adun Kepala Biro Administrasi Pembangunan yang juga Kepala (Plt.) Bappeda Provinsi Bengkulu usai mendampingi Gubernur Ridwan Mukti. Taufiq menambahkan, dalam waktu 1 bulan ini, Presiden Jokowi bakal mengunjungi Bengkulu. (MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *