Daging Sapi Beku Halal Dikonsumsi

Bengkulu, BM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Prof. Rohimin mengatakan, MUI telah memeriksa kehalalan daging sapi beku yang dikeluarkan oleh pihak Bulog untuk keperluan pasar murah.

Dimana daging beku tersebut hanya seharga 80 ribu per kilogramnya. Daging beku tersebut  saat ini banyak diminati warga untuk dikonsumsi.

Namun, Rohimin meminta agar masyarakat  tetap waspada dalam mengkonsumsi daging hewan yang beredar di pasaran.

“Kalau daging hewan seperti ayam, sapi, yang tidak disembelih secara halal, maka sama saja kita makan daging bangkai,” ingat Rohimin, dalam acara pemberian santunan kepada kaum dhuafa dan pembukaan pasar murah, di kantor MUI Provinsi Bengkulu, Minggu (11/6).

Untuk itulah, dirinya meminta kepada aparat kepolisian untuk dapat melakukan pengawasan dan inspeksi  terhadap Rumah Potong Hewan (RPH), agar RPH tersebut melakukan pemotongan dengan cara yang baik dan benar sesaui aturan  syariat yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, yang hadir sekaligus membuka secara resmi pasar murah tersebut, meminta agar pembelian daging sapi beku yang harganya murah tersebut dapat dibatasi untuk menghindari praktek kecurangan.

“Harga daging telah kita tentukan 80 ribu rupiah perkilonya, tolong diawasi, jangan sampai daging tersebut di borong lalu dijualnya kembali dengan harga tinggi,  sehingga warga lainnya tidak kebagian lagi, jadi dibatasi hanya boleh membeli satu hingga dua  kilo per orang,” tegas Wagub.

Selain itu juga, Rohidin kembali menghimbau masyarakat agar tetap merasa cukup dan bersyukur dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadahan ini.

Karena saat ini, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota bekerjasama dengan begabagai instansi telah melakukan upaya pasar murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Walaupun operasi pasar murah ini, lanjutnya, diakui  tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, namun setidaknya, dapat meringankan beban masyarakat dalam menjalani ibadah di bulan ramadahan ini.

“Disarankan, untuk membeli barang disesuaikan dengan kebutuhan kita, cukupkan dengan apa adanya saja,” ujar Wagub Rohidin mengingatkan.

Sebagai imformasi,  acara pemberian santuanan kepada kaum Dhuafa tersebut,  dimotori oleh Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga (PPRK) MUI Provinsi Bengkulu, yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bank Indonesia perwakilan Bengkulu beserta Badan Permusyawaratan Perbankan Daerah Bengkulu, sekaligus mengadakan bazar pasar murah yang bekerjasama dengan Bulog.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ibu wakil Gubernur Bengkulu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu beserta istri, kepala Baznas Provinsi Bengkulu serta ketua PPRK MUI Provinsi Bengkulu.

Pada kesempatan itu, Wagub Rohidin diminta membagikan secara simbolis santuanan berupa  paket  sembako kepada 150  kaum Dhuafa. (MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *