Harimau Datang ke Desa ini, Bila Masyarakat Tidak Lakukan Ritual ini

Seluma, BM – Setiap tahunnya warga Desa Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma menggelar ritual adat Kenuri Tengah Laman.

Ritual yang dianggap sakral oleh ketua adat itu dilaksanakan sehabis hari raya lebaran Idul Fitri, di bulan Syawal. Apabila tidak dilakukan, warga percaya hal buruk yang tidak diinginkan akan melanda desanya. Minggu (9/7/2017).

“Kalau dulu sehabis panen kami selalu menggelar adat ini sebagai perwujudan rasa syukur atas panen dan kondisi desa yang aman. Masyarakat sejak dulu percaya, apabila ritual tidak dilakukan hewan buas seperti harimau akan datang ke pemukiman warga,” ungkap Di’an Firin, kepala desa Napal Jungur.

Kenari Tengah Laman adalah ritual doa bersama yang telah dilakukan secara turun temurun, yaitu membuat beberapa masakan khusus yang disebut dengan “punjung.”

Setelah rangkaian doa-doa selesai dilakukan, punjung menjadi serbuan warga khususnya oleh anak-anak yang memperebutkannya.

Bahan dasar yang diolah menjadi punjung berasal dari beras padi, beras ketan putih, dan beras ketan hitam. “Ada nasi tumpengnya juga,” ujarnya.

Aneka bentuk punjung memiliki makna penghormatan bagi para leluhur cikal bakal Desa Napal Jungur dan sekitarnya.

“Tidak hanya tokoh adat dari desa ini, para sesepuh adat dari luar desa turut mengikuti acara Kenduri Tengah Laman. Mereka¬† yang hadir memiliki silsilah keturunan nenek atau leluhurnya dari desa ini,” imbuhnya.

Setiap pelaksanaan kegiatan ini, seluruh warga desa tidak ada yang melaksanakan rutinitas kerja. Mereka meyakini tradisi ritual adat Kenduri Tengah Laman harus dilakukan oleh seluruh warga. (azm)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *