Diduga Ditipu Makelar PAMSIMAS, LEKRA Bentuk Pusat Advokasi

Bengkulu, BM – Apakah sahabat pernah mendengar program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat)? PAMSIMAS merupakan salah program Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk mencapai target akses aman air minum dan sanitasi 2019, yaitu jumlah masyarakat berpenghasilan rendah terhadap akses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, serta meningkatkan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target aman air minum dan sanitasi melalui pengarustamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.

Dikatakan Presiden Ormas Lekra (Lentera Kedaulatan Rakyat) Provinsi Bengkulu bahwa pada tahun 2016 tersebarlah informasi bahwa program PAMSIMAS membutuhkan pendamping disetiap desa kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, terlepas benar atau tidaknya informasi ini telah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab (termasuk beberapa oknum ASN Provinsi Bengkulu, akademisi dan politisi/wiraswata).

“Jika ingin menjadi pendamping PAMSIMAS itu dan dikontrak selama 5 tahun bekerja dengan gaji (honorarium) Rp 6.2 juta/bulan, tapi dengan syarat harus menyetor sejumlah uang Rp 15-25 juta/orang,” beber Deno Andeska Marlandone, S.IP di Kantor Lekra.

Terkait itu, cukup banyak masyarakat yang tertarik untuk berpartisipasi dan mengumpulkan uang, namun seiring berjalannya waktu mereka tak pernah menjadi pendamping PAMSIMAS dan uang mereka pun belum kembali.

Ketika diklarifikasi, lanjutnya, pada beberapa pihak program PAMSIMAS telah berjalan begitu saja dan juga dengan perekrutan fasilitator (pendampingnya), pertanyaannya ini PAMSIMAS yang mana?.

“Melihat situasi kondisi ini, saya bersama kawan-kawan membentuk Pusat Advokasi Kedaulatan Rakyat (PAKAR) nantinya akan mendampingi masyarakat yang merasa dirugikan atas insiden ini. Jadi, kami sarankan pada masyarakat yang merasa dirugikan oleh program pusat ini untuk segera meminta kembali hak anda dan segera laporkan permasalahan ini pada aparatur penegak hukum, kami siap mendampingi atau langsung hubungi kita disekretariat bersama PAKAR di Jalan Cendrawasih No. 01 RT/RW 06/03 Kelurahan Kebun Geran, Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu,” tambahnya sambil melanjutkan perkataannya.

“Hal ini jelas ada unsur dugaan tindak pidananya, ini ada unsur dugaan penipuan (penggelapan) dan juga ada unsur dugaan pencatutan institusi negara. Dan ketika mengharapkan hal senada tak terulang kembali maka harus hadapkan permasalahan ini ke meja hijau mudah-mudahan mampu memberikan efek jera. Jangan takut diintimidasi mereka (oknum tersebut) dan jangan tertipu untuk kedua kalinya atas janji mereka, mereka hanyalah manusia intelek yang keahliannya cuma memanfaatkan masyarakat awam,” tutupnya.

Sebagai bahan pihaknya sudah mengumpulkan beberapa alat bukti termasuk kwitansi ratusan juta rupiah, surat pernyataan dan korban PAMSIMAS “gaib” ini. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *