Fokuskan Pembangunan Jalan, Walikota Sidak ke Teluk Sepang

Bengkulu, BM – Upaya memfokuskan program pembangunan di Kota Bengkulu, keluhan masyarakat teluk sepang terkait jalan langsung ditanggapi Walikota Bengkulu, Helmi Hasan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu serta Camat Kampung Melayu, langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Kelurahan Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu.

Dalam kesempatan ini, Walikota Bengkulu memantau kebeberapa titik pembangunan jalan dan jembatan di RT 13 RW 04 Kelurahan Teluk Sepang.

20630260_594502460938855_1094375929_o
Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE bersama Kadis PUPR Kota Bengkulu, Syafriandi, SE, ST, M.Si saat meninjau langsung pembangunan jalan di Kelurahan Teluk Sepang.

Selain itu, Walikota Bengkulu juga meninjau pembangun jalanan, drainase serta melihat kondisi SD dan SMP satu atap.

Bahkan, pada kesempatan yang sama orang nomor satu di Kota Bengkulu ini juga menyempatkan diri menyambangi salah satu pemukiman penduduk di kawasan itu.

Dimana saat itu, Helmi mendengarkan semua serta menampung keluhan masyarakat. Keluhan yang mereka sampaikan itu, mulai dari kekurangan tenaga pengajar atau guru, lampu jalan, jalan gang yang sempit dan terbatasnya guru mengaji di kelurahan tersebut.

20642066_594510267604741_1257862310_o
Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE Kadis PUPR Kota Bengkulu, Syafriandi, SE, ST, M.Si dan Camat Kampung Melayu saat meninjau langsung pembangunan jalan di Kelurahan Teluk Sepang.

”Kita ingin pembangunan tepat sasaran, jika anggaran besar tapi tidak tepat sasaran itu salah. Masyarakat juga tolong kontrol pemerintah,” sampai Helmi kepada awak media, Senin (31/7/2017).

”Saya terima laporan dari warga, ada jenazah terjatuh ke sungai gara-gara tempat penyeberangan sungai belum ada,” sambung Helmi.

Sementara terkait persoalan sekolah, Helmi menegaskan, akan mengganti kepala sekolah SD dan SMP di kelurahan tersebut, hal tersebut lantaran tidak berkompeten.

Helmi memastikan, untuk beberapa titik jalan yang belum tersentuh pembangunan sejak tahun 2000, jika tidak ada halangan pada tahun ini akan merealisasikan hal tersebut.

”Akan dibangun tahun ini, namun memang ada sebagai tanah warga yang harus diambil karena kita ingin jalan dan siringnya cukup memadai,” tutupnya.(Adv)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen + six =