Kemenkumham Bengkulu Upayakan Peningkatan Keamanan Lapas

Bengkulu, BM – Peningkatan pembinaan terhadap warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) dinilai sangat diperlukan dalam memberikan rasa aman dalam penyelenggaraan pemerintahan dan bermasyarakat. Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengungkapkan, makin bertambahnya warga binaan dari waktu ke waktu sementara kapasitas ruang lapas dan personil pendamping tidak bertambah, menjadi salah satu indikator munculnya permasalahan di Bengkulu belakangan ini.

“Jadi jelas sungguh penting dan strategisnya keberadaan kementerian hukum dan HAM itu di daerah. Kalau dengan kesungguhan dan kerjasama terhadap TNI-Polri termasuk komunikasi yang baik dengan Pemda kabupaten-kota, maka tidak akan muncul permasalahan di dalam lapas,” jelas Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada Pisah Sambut Kepala Kanwil Kemenkumham (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) Bengkulu, di Balai Semarak Raya, Rabu (02/08).

Terkait kondisi ini Staf Ahli Kemenkumham RI Bidang Ekonomi Asep Kurnia menjelaskan, upaya dalam meminimalisir permasalahan di dalam lapas pihaknya pada tahun ini telah melakukan proses rekrutment CPNS Kemenkumham RI secara nasional 19.210 formasi, sementara untuk wilayah Provinsi Bengkulu sebanyak 263 formasi.

“Dengan rekrutment CPNS tersebut diharapkan permasalahan di dalam lapas di beberapa daerah termasuk di Bengkulu bisa diminimalisir. Untuk itu, Kepada Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu yang baru untuk progresif dalam melaksanakan tugas,” jelas Asep Kurnia.

Dari rotasi jabatan yang dilaksanakan Kemenkumham RI, Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu sebelumnya Liberti Sitinjak dipindah tugaskan sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara. Sementara Kepala Kanwil Kemenkumham yang baru Ilham Djaya diketahui sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara.

Menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham Bengkulu Ilham Djaya mengatakan, bersama jajaran akan berupaya dalam meningkatkan penanganan hukum dan HAM di Bengkulu, khususnya dalam hal optimalisasi penanganan dan pengamanan lapas yang selama ini diketahui telah beberapa kali muncul permasalahan.

“Memang tekanan dalam menangani lapas di wilayah Provinis Bengkulu cukup sangat tinggi. Upaya teknis dalam hal menjaga kekondusifan lapas akan terus kami tingkatkan. Dan untuk tahun 2017 ini Bengkulu mendapatkan tambahan personil yang mencukupi,” terang Ilham Djaya. (MC).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *