Plt Gub Dukung Konkernas PWI, Berharap Bisa Promosikan Potensi Daerah

Bengkulu, BM – Akan digelarnya Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) PWI di Provinsi Bengkulu pada tanggal 17 s.d 19 November mendatang, Pemerintah Provinsi Bengkulu menyambut baik kedatangan para pengurus PWI dari 34 Provinsi di Indonesia, pasalnya media merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kegiatan pembangunan.

Hal tersebut dikatakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu dengan moment yang sangat bagus ini bisa menjadi sarana untuk mempromosikan potensi daerah dan mengangkat nama baik Provinsi Bengkulu itu sendiri.

“Untuk itu kami atas nama Pemprov Bengkulu siap mendukung dan memfasilitasi acara tersebut, serta terkait anggaran dan sebagainya itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bengkulu,” ujar Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA, Jum’at malam (18/8/2017) di Kediamannya.

Lanjutnya, Rohidin mengatakan acara PWI ini bisa menjadi acara yang sangat bagus dengan Konkernas PWI masuk dalam rangkaian event HUT Provinsi Bengkulu nantinya.

“Ini sudah kita bicara langsung dengan Bagian Humas, Kepala Kominfo serta PWI Bengkulu, agenda PWI ini bisa kita jadikan ajang temu wartawan se-Indonesia atau nantinya bisa dibuat dialog dengan awak media, kira-kira itu bisa jadi gambaran kemasan bagian acaranya, sehingga diharapkan betul nantinya tidak menjadi pembahasan internal saja, tetapi juga bisa mendapatkan masukan-masukan atau saran dari peserta Konkernas PWI yang bisa membangun Provinsi Bengkulu ini,” tambahnya.

Selain itu, Rohidin juga menyampaikan semua pihak baik institusi pemerintah atau swasta pastinya sangat mengapresiasi acara ini apalagi Provinsi Bengkulu sebagai tuan rumah.

“Pihak OPD, FKPD, dan Forkompinda serta pihak swasta semuanya itu bersinergi dengan media, institusi pemerintah atau swasta dengan media sudah menjadi dua sisi mata uang yang tentunya tidak bisa dipisahkan, media membutuhkan kita, kita juga membutuhkan media, dengan kondisi seperti ini saya kira simbiosis mutualisme itu memang harus terbangun secara produktif tanpa melepaskan fungsi kontrol, evaluasi, dan kontrol sosial seperti itukan harus tetap dilakukan oleh pihak media,” tutupnya.(D12)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − thirteen =