Program Sejuta Rumah Di Bengkulu Diminta Tepat Sasaran

Bengkulu, BM – Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengingatkan kepada pihak Perusahaan Pengembang Perumahan, melaksanakan Program Sejuta Rumah secara baik. Sehingga program tersebut tepat sasaran dan memberikan kemudahan bagi warga yang belum memiliki rumah sendiri.

“Inikan program nasional dan disistribusikan ke seluruh provinsi Se-Indonesia. Maka keberadaan Asosiasi yang menghimpun para pengembang, sehingga dapat mewujudkan Program Sejuta Rumah ini layak huni dan nyaman bagi masyarakat,” jelas Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pada Pengukuhan Pengurus DPW (Dewan Perewakilan Wilayah)  ASPPRIN (Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia) Se-Provinsi Bengkulu Periode 2017-2020, Sosialisasi dan Dialog Mensukseskan Program Sejuta Rumah di Provinsi Bengkulu, Madelin Hotel, Jum’at (27/10).

Selain itu pihak pengembang juga wajib memperhatikan teknis pembangunan di sebuah kawasan. Jangan sampai lahan lokasi pembangunan bermasalah/ tersandung hukum, kesesuaian tata ruang harus diperhatikan, harmonisasi dengan lingkungan sekitar dan konstruksi serta fasilitas bangunan harus terstandarisasi.

“Jadi tidak boleh dikerjakan asal-asalan, hanya untuk mengambil uang muka yang disiapkan pemerintah. Per unit rumah itu kan ada subsidi pemerintah disamping bunga ringan, maka jangan sampai pengembang itu berorientasi hanya untuk menyalurkan dana subsidi pembiayaan uang muka. Ini yang harus kita kontrol dan diawasi secara bersama” tambah Plt Gubernur Rohidin Mersyah.

Menanggapi adanya keluhan dari masyarakat atas permasalahan penyediaan kredit rumah bagi masyarakat, Pengurus DPW ASPPRIN menyatakan dan mengklaim siap menindak lanjuti hal tersebut, sehingga tidak kembali terulang.

“Dimanapun ada lokasi pembangunan dari program ASPPRIN ini kita terjunkan ke lapangan. Makanya kita bentuk disetiap kabupaten ada pengurusnya, untuk menjamin bahwa bangunan kuat dan lahannya tidak bermasalah,” terang Ketua DPW ASPPRIN Provinsi Bengkulu Suyono.

Program Sejuta Rumah dibawah kewenangan DPW ASPPRIN Provinsi Bengkulu, hingga 2018 mendatang akan melayani sekitar 2.000 unit pembangunan rumah bersubsidi. Diantaranya, pembangunan di Kabupaten Mukomuko sebanyak 300 unit, Kabupaten Lebong 300 unit ditambah permintaan 1.500 unit, serta sekitar 1.000 unit rumah juga akan dibangun di 2 kabupaten, yakni di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Seluma.

Pengambilan kredit rumah bersubsidi ini, menurut Pengurus DPW ASPPRIN Bengkulu syaratnya cukup mudah, mulai dari keterangan dari kelurahan bahwa belum memiliki rumah sendiri, membuka rekening bank yang ditunjuk serta syarat administrasi penunjang lainnya. (MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *