Pemerintah Daerah Bersinergi Bersama Forkopimda Hadapi Persoalan Kompleks

Bengkulu, BM – Mencegah Bencana untuk datang merupakan suatu hal yang mustahil, Oleh sebab itu Kepolisian Daerah Bengkulu (POLDA) melakukan langkah upaya antisipasi bencana melalui pertemuan antara Pemerintah dan Forkopimda daerah serta Instansi terkait yang dikemas dalam “Ngopi Bareng”.

Pada kesempatan ini Plt Gubernur Rohidin Mersyah mengungkapkan pertemuan seperti ini sangat bagus dilakukan agar setiap lini saling berkoordinasi dalam penanganan penanggulangan bencana. Sebab, Bengkulu merupakan daerah rawan bencana.

“Datangnya bencana tidak dapat diprediksi, oleh sebab itu kita harus selalu siap siaga. Setiap lini harus saling bekerjasama dalam mencegah maupun menghadapi bencana,” ujar Plt Gubernur Rohidin Mersyah saat hadiri Coffee Morning Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi, Tsunami, Penanggulangan Konflik Sosial dan Kejahatan Asusila, di Gedung Adem Polda Bengkulu, Selasa (31/10).

Upaya penanggulangan bencana dengan membangun Kampung Siaga Bencana (KSB) pada beberapa titik lokasi rawan bencana, merupakan langkah antisipasi agar daerah-daerah tersebut siap jika terjadi bencana.

Selain membahas Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi, Tsunami, turut juga membahas mengenai Penanggulangan Konflik Sosial dan Kejahatan Asusila yang sedang marak dikalangan masyarakat.

“Ketiga bahasan hari ini sangat kompleks, dimana semuanya membutuhkan penanganan yang serius. Konflik sosial terkait tapal batas sangat penting diselesaikan mulai dari akar, dan kejahatan sosial di masyarakat harus mendapat perhatian khusus,” jelas Rohidin

Senada dengan itu, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung mengatakan pihaknya siap jika suatu saat terjadi bencana baik itu tsunami maupun gempa bumi. Selain itu, ia meminta kasus tapal batas pada tidak memunculkan konflik baru
di masyarakat, ia mengingatkan para pemilik wilayah untuk menjaga wilayahnya masing-masing dan menyikapi hukuman kejahatan asusila ia meminta hukuman pelaku asusila diperberat.

“Kami (Polisi) selalu siap akan bencana, simulasi telah dilakukan untuk segala kemungkinan. saya juga sudah mengingatkan Bupati untuk menjaga daerahnya agar tidak muncul konflik, jika sampai terjadi konflik kami barisan terdepan untuk mengawalnya. ketiga hukum kebiri sepertinya pas bagi pelaku asusila, namun perlu dukungan dari pihak terkait untuk mewujudkannya,” tegas Coki. (MC)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *