Percepat Pembangunan Daerah, Pemda Kompak Sinkronkan Program

Bengkulu, BM – Membangun Indonesia dari pinggiran, adalah komitmen tegas Pemerintah Republik Indonesia untuk terus lakukan percepatan pembangunan di daerah. Termasuk pembangunan desa yang menjadi ‘kekuatan besar’ dalam memberikan kontribusi terhadap misi Indonesia berdaulat, sejahtera dan bermartabat.

Bengkulu, merupakan satu provinsi yang didominasi dengan desa berstatus tertinggal. Hal ini berdasarkan data Kemendesa pada Oktober 2015. Angka Indek Membangun Desa (IMD) menunjukkan Bengkulu miliki 168 Desa Sangat Tertinggal dan 765 Desa Tertinggal. Pemerintah Provinsi Bengkulu pun telah menetapkan pengentasan kemiskinan dan peretasan ketertinggalan sebagai program prioritas pertama.

“Pembangunan desa telah menjadi agenda strategis dan menjadi program prioritas pertama,” terang Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Gotri Suyanto saat pembukaan Rapat Koordinasi Peretasan Desa Tertinggal, Rabu (8/11/2017).

Rapat penyelarasan penyelarasan program serta kegiatan Peretasan Desa Tertinggal diselenggarakan Bappeda Provinsi Bengkulu dan diikuti oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten dan Kota. Lanjut Gotri, dengan rakor peretasan desa tertinggal diharapkan tercipta sinergitas program serta komitmen kabupaten dan kota.

“Bisa mengubah status desa tertinggal dengan segala permasalahan sosial ekonomi dan keterbatasan infrastuktur, menjadi desa yang maju dengan kualitas hidup yang lebih baik. Sehingga mandiri secara ekonomi, dan mampu memperkokoh Indonesia yang tangguh,” tuturnya.

Dalam rakor juga dipaparkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu. Berdasarkan Indek Pembangunan Desa (IPD) tahun 2014, Provinsi Bengkulu terdapat 344 Desa Tertinggal. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bengkulu Ali Sadikin menjelaskan, perbedaan data IPD dan IMD, karena perbedaan indikatornya.

“Kondisi desa berdasarkan geografis, tingkat kemiskinan, tingkat pendidikan, infrastruktur dan fasilitas dasar memang masih menjadi permasalahan, konektivitas juga begitu. Peretasan ini tentunya melalui program terintegrasi, bahkan lintas sektor. Butuh PU, kesehatan, pendidikan, sosial dan semua punya peranan,” demikian ucap Ali Sadikin. (MC)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − seven =