Polda Bengkulu: Bencana Daerah Harus Menjadi Perhatian Bersama

Bengkulu, BM – Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung menginisiasi pertemuan dalam tajuk Coffee Morning bersama Pengusaha dan Satgas Kebencanaan di Mapolda Bengkulu, Rabu (29/11).

Menurut Coki, Provinsi Bengkulu merupakan daerah rawan bencana dan harus menjadi perhatian bersama. Beberapa saat lalu, kita kedatangan Menteri BUMN dan ibu Menteri pun menyampaikan itu.

“Kita harus satu pikiran jika membahas hal terkait bencana, bahkan Ibu Menteri pun memikirkan itu,” ungkap Kapolda Bengkulu.

Coki menambahkan, pada beberapa titik lokasi rawan seperti Pulau Enggano, Pulau Baai, Pantai Panjang, Mukomuko, dan Kaur sangat minim tempat perlindungan (Shelter) jika suatu saat terjadi bencana. Begitupun dengan sarana prasarana seperti Helikopter, kita tidak miliki itu, padahal setiap titik lokasi jaraknya berjauhan dan membutuhkan waktu tempuh diatas 5 jam perjalanan.

“Bengkulu ini minim sarana dan prasarana, padahal titik rawan bencana disini sangat berjauhan contohnya Kaur, Mukomuko, Enggano. Shelter bencana juga harus kita bangun untuk meminimalisir korban jiwa,” ujar Coki

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Bengkulu Soemarno mengatakan Pihaknya terus melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat yang berada pada daerah rawan bencana.

“Masyarakat sudah kita beri pelatihan cara menghadapi bencana, latihan tersebut agar masyarakat tidak panik,” tutur Soemarno. (MC)

 

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × two =