Infrastruktur Masih Mendominasi Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Bengkulu, BM –  Tren perekonomian Bengkulu pada tahun 2017 sempat mengalami perlambatan. Pada kuartal I pertumbuhan ekonomi tahunan Provinsi Bengkulu tercatat tumbuh 5,2 persen, disusul kuartal II hanya 5,04 persen lalu di kuartal III 2017 hanya tumbuh 4,83 persen. Kuartal IV ini Bank Indonesia memprediksi akan membaik, bisa tumbuh pada 5,0 persen.

“Faktor pendorongnya konsumsi rumah tangga mulai membaik, dan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah mulai terealisasi,” kata Kepala BI Perwakilan Bengkulu Endang Kurnia Saputra, Rabu (13/12).

Dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia saat itu, Endang memaparkan outlook pertumbuhan ekonomi 2018. Provinsi Bengkulu diprediksi tumbuh pada 5,0 hingga 5,2 persen. Provinsi Bengkulu, lanjutnya, miliki empat sumber pertumbuhan ekonomi baru, yakni sektor maritim, pariwisata, peternakan dan agribisnis.

“Tentu saja ada peluang dan juga tantangan,” ucapnya.

Endang memaparkan, investasi sumber pertumbuhan ekonomi baru tersebut sangat tergantung pada beberapa poin. Antara lain pada transportasi darat, 40 persen kualitas jalan buruk dan terbatasnya akses ke provinsi tetangga menjadikan biaya distribusi menjadi tinggi. Kemudian pada pembangunan infrastruktur kelistrikan, diprediksi mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,28 persen dan kualitas peningkatan SDM akan mendongkrak hingga 0,31 persen.

“Kita mengapresiasi upaya Pemprov dan IPC Port Bengkulu, peningkatan utilitas distribusi barang melalui pelabuhan mampu menaikan 0,63 persen,” papar pria kelahiran Bandung yang juga alumni Fakultas Ekonomi Unpad itu.

Selanjutnya, hilirisasi komoditas primadona yakni sawit. Hilirisasi CPO menjadi produk turunan, mampu menaikkan pertumbuhan 0,25 persen. Lalu yang tentunya patut menjadi perhatian adalah Insentif dan Investasi.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana tugas Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memberikan tanggapan serta memaparkan lima langkah strategis yang terus digarap. Pertama, proyek strategis pengembangan infrastruktur, konektivitas antar daerah juga masih menjadi prioritas. Kedua, pembukaan rute penerbangan baru yang baru saja make deal untuk rute Bengkulu Bandung. Ketiga, blue print Rencana Induk Pengembangan Pariwisata telah selesai disusun. Lalu yang keempat, pengembangan kawasan Pelabuhan Pulau Baai menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.

“Upaya ini terus kita persiapkan, pengusulan oleh BUMN PT Pelindo II. Mulai dari lobi-lobi hingga presentasi juga terus kita lakukan, kita optimistis ini bisa terwujud,” tegas Rohidin.

Kemudian langkah kelima yakni pengembangan Bandara Fatmawati Soekarno menjadi bandara internasional. Upaya ini pun, kata Rohidin, sudah mendekati babak final.

“Pemprov Bengkulu melalui dinas perhubungan, akan dijadwalkan pembahasan dengan Angkasa Pura II dan dirjen perhubungan udara. Senin lalu, saya sudah audiensi dengan Menhub Budi Karya,” demikian papar Rohidin.  (MC)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 1 =