Panen Raya, Wujudkan Kedaulatan Pangan Nasional

Bengkulu, BM – Pemerintah fokus dalam membangun sektor pertanian, diantaranya dengan membuat program Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (Upsus Pajale). Program ini terus didorong untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan langkah petani Bengkulu Utara perlu diapresiasi, luas lahan panen yang mencapai 108 hektar ini tentu sangat besar.

“Ada 108 Hektar luas hamparan lahan sawah yang siap panen, kita harus apresiasi langkah ini,” ujar Plt Gubernur saat hadir dalam kegiatan panen raya di desa karya jaya, kecamatan marga sakti sebelat Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu(7/2)

Rohidin menambahkan target tahun selanjutnya pemerintah berupaya  memperluas area tanam, Provinsi Bengkulu mendapatkan alokasi bantuan 200 ribu hektar padi 2018. Sementara, Bengkulu Utara mendapat jatah 37.132 Hektar.

“Target kita selanjutnya, minimal 3 kali musim tanam setiap tahun,” ungkap Rohidin

Pada kesempatan ini, Rohidin mengharapkan para petani tidak perlu resah jika harga gabah turun, menurutnya Bulog akan menampung dengan membeli gabah petani sesuai dengan harga standar. Diakhir pertemuan diberikan bantuan berupa 1 Handtraktor dan 5 Mesin Giling Padi kepada perwakilan kelompok tani, hal ini untuk merangsang produksi panen lebih meningkat lagi tahun depan.

“Petani jangan resah, Bulog akan beli gabah sesuai harga standar yaitu 5.200. Terakhir, jaga dan rawat baik-baik bantuan yang diberikan, jika sukses akan ada bantuan selanjutnya,” terangnya

Sejalan dengan itu, Bupati Bengkulu Utara Mian menjelaskan Kecamatan marga sakti sebelat merupakan sentra produksi padi di Bengkulu Utara, dengan luas lahan persawahan mencapai 1.563 hektare, diantaranya 896 Hektare merupahan lahan persawahan dengan irigasi.

“Wilayah ini menjadi daerah percontohan untuk mewujudkan kedaulatan pangan daerah. Kita harus berupaya bersama mempertahankannya,” papar Mian yang pernah menjabat wakil bupati bengkulu utara

Mian menambahkan perlahan angka kemiskinan Kabupaten Bengkulu Utara mulai menurun dimana pada 2015 mencapai 14,33 %, sekarang (2018) menurun menjadi 13,01%. Hal ini menurutnya merupakan dampak dari pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian berjalan dengan baik dan tertata.

“Angka kemiskinan daerah kita perlahan mulai menurun, jika program ini terus digalakkan bukan tidak mungkin penduduk miskin akan berkurang,” tutur Mian. (MC)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − four =