Atasi Stunting, Asisten III Minta Kerja Sama Lintas OPD

Bengkulu, BM – Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto membuka secara langsung puncak acara Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-58 Tahun 2018 di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Rabu (21/2).

Dikesempatan ini Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto mengharapkan agar OPD dapat bekerja secara bersama – sama dalam mengatasi permasalah kasus kekurangan gizi kronis atau Stunting yang terjadi di Provinsi Bengkulu.

“Antar OPD harus bekerja bersama – sama tidak boleh masing – masing bekerja sendiri, outputnya tidak akan sebagus apabila kita bekerja bersama – sama maka ini harus dikerjakan secara multi sektor,” jelas Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto.

Stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama, akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Stunting sendiri tambah Gotri Suyanto dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa sehingga pengurangan maupun penanganan Stunting sangat di perlukan.

“Kita berupaya untuk melakukan perbaikan gizi kepada masyarakat terutama kepada anak – anak, karena mereka ini merupakan salah satu generasi bangsa,” ungkap Asisten III Gotri Suyanto.

Ia pun berharap di Peringatan Hari Gizi Nasional ke-58 Tahun 2018 ini dapat menjadi momentum dalam melakukan sinergi lintas Instansi maupun OPD dalam menjaga kelangsungan generasi penerus bangsa.

“Harapan saya kiranya peringatan Hari Gizi Nasional  di Provinsi Bengkulu ini dapat menjadi momentum untuk saling berinteraksi dan bersinergi mengkhuskan kemandirian dalam rangka menjaga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” jelas Gotri Suyanto.

Sejalan dengan itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni juga menjelaskan bahwa penanggulangan Stunting harus dimulai dari hulu sehingga lintas OPD harus ikut terlibat disini.

Stunting dapat dipengaruhi oleh faktor kemiskinan, pola asuh yang tidak baik maupun faktor lingkungan, karena jika lingkungan tidak sehat akan menyebabkan kesehatan terganggu dan juga seperti kasus cacingan ataupun diare.

“Ini menjadi peran kita termasuk ibu hamil ketika dia anamia artinya kurang darah bisa jadi karena konsumsi gizi yang tidak cukup, oleh karena itu kita harus mempersiapkan lintas OPD, lintas sektor terkait dimulai dari rencana aksi daerah ini,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni.

Pada kegiatan ini juga dilakukan senam jantung sehat, bazar buah dan sayur, simulasi minum tablet penambah darah serta pemberian penghargaan kepada Kabupaten dengan perbaikan gizi terbaik tahun 2017 dengan peringkat pertama Kab. Rejang Lebong, kedua Kab. Bengkulu Selatan, sedangkan ketiga adalah Kab. Mukomuko.

Selain itu juga diberikan penghargaan kepada petugas gizi puskesmas terbaik, Ibu dengan Bayi ASI eksklusif serta duta remaja tanpa Anemia dan makan buah bersama dipimpin Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Gotri Suyanto.

Tampak hadir Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu Ivan Syamsurizal, Perwakilan Korem 041 Gamas Bengkulu, Dinkes Kabupaten/Kota serta 80 remaja putri dari berbagai SMA di Bengkulu. (Mrk)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 8 =