Merusak Alat Peraga Kampanye Diancam Penjara

Bengkulu, BM – Tiga bulan jelang Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bengkulu 2018, sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) milik pasangan calon (paslon) mulai banyak yang rusak. Panitia Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Bengkulu mengultimatum kepada tim sukses (timses) relawan ataupun pendukung paslon soal ancaman pidana atas aksi perusakan APK.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Bengkulu Rayendra Firasaad mengatakan, sesuai aturan, sanksi pidana mengikuti Pasal 187 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

“Sanksi pidana dikenakan satu sampai enam bulan penjara dengan denda sebesar Rp 100.000 hingga Rp 1.000.000, jadi sudah jelas sanksinya ada. Maka kami imbau kepada masyarakat yang melihat kejadian perusakan APK itu silahkan datang dan laporkan ke Panwas terdekat. Karena tindakan ini harus diberi efek jera,” kata Rayendra saat dikonfirmasi, Jum’at (16/3/2018).

Tetapi, Rayendra menjelaskan, tindakan yang dimaksud apabila terdapat dugaan perusakan secara sengaja. “Jika kerusakan yang terjadi karena faktor bencana alam, seperti terkena angin hingga rusak, dan roboh, untuk perbaikannya diserahkan kepada tim masing-masing paslon,” jelasnya.

Ini berlaku untuk perusakan APK semua jenis, mulai dari baliho, umbul-umbul dan spanduk. Rayendra meminta masyarakat untuk dapat menjaga kestabilan perhelatan di Pilwalkot Bengkulu tahun 2018 ini, dengan tidak melakukan perusakan.

“Yang perlu dicatat Panwas tidak akan main-main dalam menangani kasus ini. Siapapun pelakunya tetap akan kami tindak, tapi kami tidak akan gegabah dalam prosesnya,” tutupnya. (CW1)

 

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 13 =