Dengan TMMD Banjarnegara, Sapu Gelagah Akan Lebih Lebar Sayapnya

BANJARNEGARA, BM – Selain dari bahan dasar ijuk, sapu ternyata juga bisa dibuat dari rangkaian rumput. Bagi warga di daerah Pemalang, Jawa tengah dan sekitarnya termasuk di Kabupaten tetangganya, yaitu Kabupaten Banjarnegara, tepatnya di Desa Pasegeran Kecamatan Pandanarum.

Galagah atau kaso (Saccharum spontaneum), adalah tanaman rimpang menahun alias tidak mengenal musim dengan tinggi antara 1,5 – 3 meter. Tanaman asli dari Asia Selatan ini, hidup berkoloni/bergerombol dan mudah tumbuh di dataran tinggi dengan akar rhizometeus yang menancap jauh kedalam tanah. Tanaman ini juga disebut tanaman invasive atau tanaman yang jika dibiarkan bias menginvasif tanaman lain maupun lahan pertanaian penduduk. Di Ternate batang gelagah digunakan untuk membuat pagar, di Tidore kulit batangnya dijalin untuk membentuk tirai buluh (kerai).

Kegunaan lainnya adalah, tumbuhan muda dapat dijadikan pakan kerbau, meskipun nilai gizinya tidak begitu tinggi. Parutan tunasnya yang dicampur dengan air dapat dijadikan obat tetes mata. Pucuk atau umbutnya yang direbus dapat dijadikan sayuran. Kuncup bunga majemuknya yang masih sangat muda juga biasa dimasak sebagaimana tebu telur. Akan tetapi batang gelagah ini lemah dan lembek, serta hampir tak berguna, orang-orang Makassar dan Bugis menggunakan empulur batang bojo-bojol ini sebagai pangkal anak sumpit.

Gelagah juga sangat baik jika dimanfaatkan dalam pengendalian erosi tanah dan reklamasi lahan-lahan bekas tambang. Daunnya yang dikeringkan dapat digunakan untuk membuat atap, batang dan bagian-bagian lain bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kertas (pulp). Gelagah pun dapat ditanam sebagai tanaman hias.

Sapu gelagah.

Rangkaian rumput yang dimaksud adalah, rumput-rumput dari gelagah disulap menjadi sebuah sapu dengan nilai ekonomis yang tinggi dan berkualitas ekspor dengan tujuan utama adalah Malaysia, Singapura, Pakistan, Korea maupun Jepang. Jadi bagi anda jika berkunjung ke daerah Banjarnegara, tak ada salahnya menyempatkan diri berbelanja sapu khas dari daerah tersebut. Sapu gelagah, atau sapu yang dibuat dari rumput gelagah, merupakan salah satu produk andalan yang dihasilkan oleh warga setempat.

Seperti namanya, sapu ini terbuat dari gelagah. Gelagah adalah salah satu jenis tanaman rumput yang tumbuh liar di banyak tempat. Oleh warga, gelagah ini menjadi sumber pendapatan yang tak bisa disepelekan. Gelagah yang disulap menjadi produk sapu, bernilai guna dalam menambah sumber pendapatan bagi penduduknya. Maklum, tak hanya pasar lokal, sapu dari gelagah juga mampu menembus pasar internasional.

Menurut Miharso (65), warga Desa Pasegeran Rt. 01 Rw. 05, proses pembuatan sapu gelagah sebenarnya cukup mudah. Pertama-tama, tanaman gelagah dijemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah kering, gelagah kemudian dirangkai menjadi mahkota sapu, sedang tangkai gelagah digunakan sebagai gagang sapu ataupun bias menggunakan bamboo.

disini, semua proses pembuatan sapu gelagah masih dilakukan secara manual. “Tak ada mesin, yang ada hanya keahlian tangan saja Pak,” jelas Miharso yang berani menjamin kalau produk-produk sapu buatannya mampu bersaing dengan buatan pabrik.

Selain perajin lokal, pesaing utama produk sapu gelagah juga datang dari Burma dan Vietnam. Namun sapu lokal buatan warga ini, selain lentur, harganyapun juga lebih murah. Miharso membanderol sapu buatannya dengan harga Rp. 6.500 tiap unitnya.

Dirinya sangat berterimakasih kepada TNI Kodim Banjarnegara, maupun kepada pemerintah khususnya Kades Pasegeran, Aris Winarno, yang telah memperjuangkan warganya yang sudah bertahun-tahun memimpikan jalan yang bagus untuk peningkatan perekonomian mereka.

Terlihat Kades Pasegeran (kaos putih), Kaposramil Pandanarum Peltu Pojos (topi hitam) dan Babinsa setempat Serda Suwondo mengintip peluang pemasaran sapu gelagah buatan Miharso dan warga lainnya untuk lebih melebarkan sayap pemasaran nasional maupun luar negeri, seperti produk sapu gelagah buatan Pemalang yang sudah mendunia.(pendim0704bna)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + seven =