Audit Kinerja BPK RI, OPD Teknis Pengelolaan PAD Diminta Pro Aktif

Bengkulu, BM -Tim Auditor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Bengkulu bersama Pemda Provinsi Bengkulu melaksanakan Entry Meeting BPK RI Perwakilan Bengkulu Terkait Pemeriksaan Pendahuluan Kinerja PAD TA 2017 dan Semester I Tahun 2018, di Ruang Rapat Kenanga Lantai II Kantor Gubernur Bengkulu, Jum’at (20/07).

Terkait pemeriksaan pendahuluan kinerja yang dilaksanakan Tim Auditor BPK Bengkulu ini, Sekda Provinsi Bengkulu Nopian Andusti meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan data dan informasi seakurat mungkin.

Jika dalam proses audit ditemukan kejanggalan, maka bisa dilakukan perbaikan, baik secara administrasi maupun spesifikasi sistem kinerja dalam proses peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kepada teman-teman OPD yang bekerja di administrasi pengelolaan PAD, tidak usah ragu buka semua apa persoalannya, nanti akan ada perbaikan. Dengan audit kinerja ini akan menghasilkan sebuah kesimpulan terhadap PAD yang terlewatkan atau keliru. Dan saya yakin dengan audit ini akan terbuka adanya potensi PAD yang bisa meningkatkan pendapatan daerah,” papar Nopian Andusti dalam arahannya pada Entry Meeting.

Dikatakan Kepala Sub Auditorat Bengkulu I BPK Provinsi Bengkulu Acep Mulyadi, selain melakukan pemeriksaan atas alur keuangan dan kinerja PAD, Entry Meeting dan audit kepada OPD teknis terkait, juga sebagai bentuk pengawalan keuangan negara, pejabat yang terlibat didalamnya. Sehingga laju pembangunan Provinsi Bengkulu bisa lebih cepat.

“Intinya kita sama-sama berbenah. BPK tidak bermaksud mencari-cari kesalahan, kami mengawal keungan negara dan pejabat didalamnya. Kalau ada salah-salah dikit akan disentil, kalau banyak kami jewer,” jelas Acep Mulyadi.

Lanjut Acep Mulyadi, pemeriksaan kinerja lebih banyak terfokus pada konsultasi untuk mencoba membenahi sistem pengendalian yang ada di OPD terkait. Selanjutnya, dengan pembenahan sistem pengendalian yang dilakukan, maka diharapkan akan muncul pekerjaan lain yang bisa meningkatkat PAD dan pengelolaan yang lebih baik dan relevan.

“Seluruh OPD yang terkait pasti akan kami mintai datanya, sistem yang berjalan di OPD tersebut seperti apa waktu menggali potensi, menyetorkannya dan sebagainya ini terkait PAD. Nanti diperincii kami akan fokus, OPD mana yang beruntung dapat pemeriksaan berikutnya,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam Entry Meeting ini Inspektur Provinsi Bengkulu Massa Siahaan, Tim Audit BPK RI Bengkulu, Kadis Perindag Provinsi Bengkulu Lierwan, Kadis PUPR Provinsi Bengkulu Oktaviano, Dirut RSKJ Soeprapto Bengkulu Chandrainy Puri, serta beberapa perwakilan OPD lainnya dan Para Kepala Biro Setda Provinsi Bengkulu.

Dari data dihimpun, Audit atau Pemeriksaan Pendahuluan Kinerja PAD TA 2017 dan Semester I Tahun 2018 ini, merupakan pelaksanaan audit perdana yang dilakukan tehadap beberapa OPD teknis pengelolaan PAD. Direncanakan, setelah Entry Meeting pelaksanaan audit akan dimulai sekitar 2 pekan kedepan. (Rn).

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 2 =