Kodim Kediri Bersama Mahasiswa Unisma Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis

Kediri, BM – Tak seperti biasanya, balai Desa Blimbing yang berada di lereng Gunung Wilis dipenuhi kakek nenek yang datang hampir dalam waktu bersamaan. Kedatangan kakek nenek inipun disambut mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) dan Kodim 0809/Kediri yang sudah ada didepan pintu, Rabu (17/10/2018).

Kakek nenek yang jumlahnya ratusan ini datang, lantas duduk teratur sambil menunggu nama yang sudah disematkan sejak kecil, dipanggil oleh tim medis dari Unisma. Nama yang tertera sesuai ID cardpun ditulis dalam lembaran kertas disertai nomor urut. Nama satu persatu akhirnya diperdengarkan, dan langkah menuju meja pemeriksaan disambut tim medis yang sudah sedari awal menunggu kedatangan mereka.

Kedua dokter yang sudah memiliki jam terbang, menyambut dengan senyum kepada pasien seraya menanyakan nama dan asal, sebagai tahap saling mengenal. Tangan menunjukkan tempat pembaringan diiringi kata-kata motivasi kepada pasien.

Penanganan seluruh pasien, dr.Ferro Avisena dan dr.Damar Andika, memastikan segala pemeriksaan, penanganan hingga obat-obatan medis, semua tertangani secara medis dan profesional. Selain jaminan profesionalisme medis, dr.Ferro Avisena menyakinkan seluruh pasien untuk minum obat sesuai aturan dan istirahat secukupnya.

“Pasien datang kita sambut, sebelum kita periksa, kita tanya namanya siapa, alamatnya dimana, itu untuk pendekatan persuasif kita, ini umum dipraktekan dimana saja. Saat pemeriksaan, kita juga melakukan perbincangan singkat kondisi fisik pasien. Kita juga menyampaikan nasehat,” jelas dr.Ferro Avisena.

Mayoritas pasien berusia lanjut dan bila diprosentase, angka yang paling bisa dianggap relevan adalah 90%, sedangkan sisanya 10% berusia dibawah 50 tahun. Usia tidak lantas ada prioritas, semua disamakan.

Sebagaimana dijelaskan Kapten Inf Mujiono, khusus bagi kakek nenek, mereka memang dibedakan, tapi itu bukan pelayanan medisnya yang berbeda, tetapi antar jemput serta mengantarkan pasien ke dari ruang tunggu hingga proses menuju pengambilan obat.

Menurutnya, hal yang wajar faktor usia ada perlakukan khusus. Pelayanan, ia memastikan semuanya mendapat perlakukan yang sama. Dalam membantu pelaksanaan pengobatan gratis ini, Kodim Kediri menurunkan 14 orang untuk membantu antar jemput pasien yang berusia lanjut.

“Tangan terampil kedua doker Unisma ini benar-benar memperhatikan sisi kemanusiaan ketimbang durasi pelayanan. Hal ini yang menyebabkan mereka harus sabar dan mengikuti alur pasien yang mayoritas berusia lanjut,” ujarnya.

Pengobatan gratis alias tanpa biaya serupiahpun ini benar-benar mendapat animo yang sangat luar biasa dari masyarakat, dan bhakti sosial ini berstatus agenda TMMD 103 di Kediri. (dodik)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + seven =