Terungkap Motif Dibalik Kasus Mutilasi Kasir Indomaret Hingga Pelaku Susul Korban ke Bengkulu

Bengkulu, BM – Perkara pembunuhan kasir Indomaret saat ini masih ditangani. Kasus mutilasi yang terjadi pada Vera Oktaria terus bergulir dan kini telah memasuki babak baru.

Dilansir dari grid.id, pelaku mutilasi kasir Indomaret Vera Oktaria masih dalam pengejaran polisi. Hingga detik ini pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran dan mengungkap motif di balik kasus mutilasi kasir Indomaret, Vera Oktaria ini.

Diketahui, seorang kasir Indomaret, Vera Oktaria (20) ditemukan tewas dalam keadaaan mengenaskan di sebuah penginapan pada Jumat (10/5). Jasad Vera Oktaria ditemukan di dalam kamar Penginapan Sahabat Mulya, Jalan Simpang Hindoli, Kecamatan Sungai Lilin, Musi Bayuasin, Sumatera Selatan. Vera Oktaria ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam sebuah springbed dengan tubuh penuh luka.

Tak hanya itu, korban juga ditemukan dalam keadaan termutilasi sebelah tangan. Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh petugas kepolisian Polda Sumsel, ada dugaan kuat korban disiksa terlebih dahulu sebelum dimutilasi.

Tak hanya itu, pihak kepolisian tidak menemukan sama sekali tanda-tanda kekerasan seksual atau jejak hubungan badan.

“Dari hasil otopsi, sama sekali tidak ada berhubungan badan. Jadi sebelum dibunuh, korban ini terlebih dahulu dianiaya di bagian kepala,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Senin (13/5).

Adanya dugaan aksi penganiayaan hingga berujung kematian, membuat pihak kepolisian menduga bahwa ini ada kaitannya dengan masalah pribadi antara korban dan pelaku.

Diketahui sebelumnya, terduga pelaku mutilasi Vera Oktaria adalah kekasihnya sendiri yang berinisial DP. DP merupakan serorang oknum TNI dengan pangkat Prada dan tengah menjalani pendidikan Infanteri di Dikjur Tamtama Infateri Ridam II Sriwijaya. Dugaan DP merupakan pelaku mutilasi Vera Oktaria ini diperkuat setelah dirinya dilaporkan kabur dari Dodiklatpur (Komando Pendidikan dan Latihan Tempur) sejak Sabtu (4/5).

Terkait kasus pembunuhan ini, terduga pelaku diduga membunuh korban dikarenakan masalah asmara. Hal ini pun sempat dibenarkan oleh pihak keluarga Vera Oktaria. Pihak keluarga korban memang mengakui adanya hubungan asmara antara DP dan Vera Oktaria.

Sebelum ini, ibu korban, Suhartini (50) mengatakan bila anaknya memang menjalin hubungan dengan DP sejak masih di bangku SMP. Namun menurut pengakuan sang ibu, hubungan ini telah lama kandas. Hal ini lantaran DP dikenal memiliki perangai yang kasar dan obsesif kepada anaknya. Saking kasarnya, DP bahkan diketahui pernah main tangan dengan korban saat masih pacaran.

“Anak saya pernah dipukul selama mereka pacaran. Dia tidak berani melawan karena tidak ada yang menolong, jadi anak saya tidak mau lagi dengan pacarnya itu,” kata Suhartini.

Akibatnya, korban tak lagi tahan dengan sikap DP kemudian memutuskan untuk tidak lagi berpacaran. Namun menurut pengakuan sang ibu, keputusan anaknya itu tidak diterima baik oleh DP. DP menjadi obsesif dan kerap mencari-cari keberadaan korban.

Sikap obsesif DP ini pun diakui oleh kakak ipar korban, Firdaus kepada awak media. Saking obsesifnya DP kepada adik iparnya, Firdaus mengungkap DP sampai nekat mengejar Vera Oktaria ke Bengkulu demi mengemis cinta.

Saat itu, Vera Oktaria pindah ke Bengkulu karena ingin tinggal dengan kakaknya dan membantu sang kakak mengurus rumah. Namun lantaran sikapnya yang tak sopan dan memaksa untuk bertemu korban, DP pun diusir oleh Firdaus.

“Setahun lalu, DP mencoba menemui Vera hingga ke Bengkulu, tetapi caranya yang tidak sopan, kami langsung mengusirnya.

Sampai di Bengkulu, DP coba memaksa untuk ketemu Vera, tapi tidak saya izinkan,” ungkap Firdaus, Senin (13/5/2019). Firdaus meyakini bahwa DP membunuh adik iparnya ini lantaran Vera tak mau melanjutkan hubungan asmara di antara mereka.

“Kalo menurut saya sejauh ini alasan dibunuhnya Vera karena cintanya ditolak, semesti tidak harus dengan membunuh, itu psikopat,” ujar Firdaus.

Pihak keluarga korban juga meyakini bahwa DP membunuh Vera lantaran permintaannya untuk berhubungan serius ditolak. Dugaan ini semakin diperkuat ketika Firdaus mengetahui cerita Vera kepada teman-temannya sebelum meninggal.

“Salah satu teman korban bercerita sebelum Vera meninggal pernah berkata ‘Dari pada dia jatuh ke cowok lain lebih baik aku bunuh’ itu yang dikatakan Vera kepada teman-temannya,” pungkas Firdaus. (BM/MS)

Sumber: Grid.id

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 4 =