127 Pengawas TPS Kecamatan Weleri, Dilantik

0
181
Foto : Pelantikan PTPS Kecamatan Weleri, Senin (16/11/2020). (DN).

KENDAL, Beritamerdekaonline.com – Sebanyak 127 anggota Pengawas TPS (PTPS) diambil sumpah dan dilantik oleh Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Weleri, Di Pendopo joglo Water Six Kecamatan Weleri, kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin malam (16/11/2020).

Hadir pula Forkopincam, Kecamatan Weleri, Camat Drs Nur Kholis, forum komunikasi pimpinan kec weleri, kapolsek Akp Miyardi SH, kepala panwas weleri Akso Abi Nur Ilahi, S.Kom., beserta anggota, hadir pula tokoh agama.

Ketua Panwas kecamatan weleri,  Akso Abi Nur Ilahi, S.Kom., menyampaikan, pelantikan dilakukan 3 Gelombang, Yaitu gelombang pertama pukul 14.00 WIB desa sidomukti, bumiayu, manggungsari, sumberagung, pucuksari, sebanyak 42 orang.

Sedangkan Gelombang kedua, pukul 16.00 WIB, Desa Penyangkringan, Karangdowo, Penaruban, Payung, Tratemulyo, Weleri, berjumlah 41 dan gelombang ketiga Ngasinan, weleri, nawangsari, sambongsari, karanganom, montongsari, berjumlah 44 di jam 18.30 WIB sampai selesai. Dengan total 127 TPS Se- Kecamatan Weleri.

“Kami menyatakan bersyukur, karena pengawas TPD kecamatan weleri-Kabupaten Kendal dapat dilakukan pelantikan,” ucapnya pada awak media.

“Sebagai penyelenggara kita harus independen, imparsial, dan melibatkan partisipasi masyarakat, agar pemilu berkeadilan,” tambah Akso.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk berperan aktif, agar pemilu yang demokratis dan berkeadilan dapat terwujud.

“Kepada pengawas TPS saya berpesan, untuk menjaga wibawa lembaga pengawasan dan soliditas tim, serta mampu menjalin kerjasama dengan para stakeholder, karena jati diri panwas tetap bersikap adil,” kata Akso Abi Nur Ilahi.

Sementara itu, Firman Teguh Sudibyo, Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kendal, mengungkapkan, untuk itu dirinya menekankan, agar dapat menerima amanah dengan penuh tanggung jawab, bekerja secara benar dan baik.

“Untuk keseluruhan dua hari ini, Bawaslu telah melantik 2242 PTPS, se-Kabupaten Kendal,” jelas Firman.

Lanjut Firman, Pengawas TPS sebagai ujung tombak pengawasan penyelenggaraan pemilu pada tingkat TPS, diharapkan tetap berpedoman pada ketentuan yang telah ditetapkan dan menguasai ilmu kepemiluan.

Karena itu, Kata Firman, PTPS harus dapat menggunakan 3 pendekatan, pertama pasif yaitu menerima laporan dari masyarakat maupun peserta pemilu. Kedua aktif yaitu panwas dituntut untuk tetap aktif dalam setiap tahapan pemilu.

“Setiap tahapan pemilu harus terlaksana sesuai aturan. Ketiga partisipatif, yaitu memaksimalkan keterlibatan masyarakat, mengundang khalayak, organisasi massa, pemantau pemilu maupun media baik cetak maupun elektronik,” ujarnya.

“Sebagai lembaga independen Pengawas TPS dituntut bisa mengembalikan kepercayaan publik. Pengawas TPS harus dapat memiliki integritas dan tanggung jawab. Dengan menjalankan tugas secara baik, diharapkan pemilu apapun bisa berjalan dengan baik dan aman. Karena itu pengawas harus netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, harus jujur dan adil,” pungkas Firman. (DN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here