banner 1028x90

HUT Ke 5, OJK Bengkulu Akan Terus Tingkatkan Tupoksinya

Bengkulu, BM – Disebabkan situasi global ekonomi dunia yang belum stabil diprediksi bakal berpengaruh, tidak kecuali industri keuangan, baik bank maupun non bank turut terdampak, ditambah tingkat ekonomi masyarakat yang belum merata, ekonomi di Indonesia termasuk Bengkulu diprediksi masih terus akan melambat sampai akhir tahun 2016 ini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu atas tugas utama OJK yakni menjaga stabilitas, kontibutif, dan inklusif industri keuangan terhadap daerah, optimis bahwa pihaknya akan terus mendukung serta mendorong kemajuan pembangunan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat Bumi Rafflesia.

“Industri keuangan harus banyak mensuport pembiayaan untuk UMKM dan untuk sektor-sektor tertentu, misalnya sektor kelautan, perikanan dan pertanian seperti itu. Untuk ke pemerintah daerah di tahun 2016 ini kita membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah,” ujar Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Yan Syafri usai menghadiri acara peringatan HUT OJK ke-5, Rabu (22/11/2016).

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah ini bertujuan mengoptimalkan pengawasan terhadap pergerakan arus keuangan daerah. Adapun keanggotaan didalamnya meliputi OJK Bengkulu dan Sekda serta dinas instansi teknis terkait, seperti biro keuangan, selain itu juga melibatkan pihak akademisi dan lembaga keuangan bank maupun non bank.

“Setelah kita punya gedung sendiri, sampai september 2016 sudah 132 pengaduan yang masuk ke OJK Bengkulu. Dengan demikian orang udah banyak tahu kehadiran dan fungsi OJK,” tambah Yan Syafri yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Deputi Direktur Pengawasan Bank 2 Kantor Regional 3 OJK Surabaya.

Pada momentum HUT OJK yang ke-5, Yan Syafri berharap kontribusi OJK Provinsi Bengkulu semakin besar terhadap daerah, baik di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten-kota. Ditargetkan pada tahun 2017 OJK Bengkulu bisa melaksanakan tugas dan fungsinya di 5 kabupaten di wilayah Provinsi Bengkulu.

Seperti halnya di wilayah Kabupaten Seluma yang masih terbilang kurang terhadap aktifitas perbankan, lantaran jumlah bank yang ada masih terbilang sedikit. Sehingga penguatan ekonomi masyarakat setempat melalui sektor keuangan saat ini masih terbilang rendah. (MC/D12)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics