banner 1028x90

Pemprov Ingatkan Pentingnya Asupan Gizi

Bengkulu, BM – Provinsi Bengkulu, diklaim mempunyai ketersediaan pangan yang mencukupi, termasuk stok buah dan sayur juga daging. Namun di sisi lain, masalah gizi juga masih menjadi persoalan yang harus dihadapi.

“Persoalan ini tentunya bukan saja diperlukan intervensi kesehatan, namun intervensi pembangunan serta sosial budaya. Sehingga masyarakat sadar akan pentingnya asupan yang cukup serta bergizi,” kata Plt Sekda Provinsi Bengkulu, Sudoto saat sambutan puncak peringatan Hari Gizi Nasional, Jumat (27/1).

Intervensi pembangunan, lanjut Sudoto, salah satunya memastikan kebutuhan fasilitas dasar masyarakat termasuk sarana kesehatan, serta distribusi kebutuhan logistik. “Bagaimana mau dilakukan sosialisasi kalau terjangkau saja sulit, masyarakat haruslah diberikan informasi pentingnya gizi serta bagaimana pola serta makanan yang baik untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Edriwan Mansyur menerangkan bahwa permasalahan gizi mempunyai beberapa indikator. Seperti angka kelahiran yang diukur berat badan berbanding tinggi badan atau panjang bayi. Dalam indikasi itu, terdapat angka stunting (anak lahir pendek) yang masih tinggi yakni 23%.

“Perlu intervensi khusus untuk beberapa kabupaten karena angkanya diatas standar WHO, lebih dari 20%,” ucap Edriwan.

Berdasarkan PSG (Pemantauan Status Gizi) tahun 2016, prioritas kabupaten yang meski diintervensi adalah Rejang Lebong 35 persen,  Kaur juga Mukomuko 22 % dan Bengkulu Selatan 21 %. “Yang tertinggi Kabupaten Seluma 36 persen. Untuk itu, kita perlu intervensi dan kerjasama dengan berbagai sektor,” papar kepala dinas usai senam sehat masal, di halaman kantornya, Jalan Indragiri nomor 2, Kota Bengkulu. (MC/D12)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics