Pertanian Jeruk Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Kediri, BM – Potensi desa tidak terlepas dari aktivitas rutin sektor pertanian dan tanaman yang dibudidayakan petani menjadi kunci perputaran roda ekonomi. Tim ekspedisi lereng Gunung Wilis Penrem 082 menggali potensi yang ada di desa, menurut kacamata ekonomi pedesaan, Jumat (19/10/2018).

Dulu warga Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri pola tanamnya ialah tanaman rambutan, tetapi secara ekonomis harganya relatif murah. Hal inilah yang menyebabkan petani di desa ini mengalihkan pola tanam buah rambutan dengan buah jeruk.

Kaur Pemerintahan Desa Blimbing, Suyut, secara blak-blakan mengungkap fakta dibalik berbondong-bondongnya warga menanam buah jeruk, sebagai konstelasi menggali potensi desa ditengah-tengah aktivitas TMMD di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

“Buah jeruk yang ditanam warga desa, ada dua varietas, keprok siyem dan batu lima. Untuk saat ini, jual beli buah jeruk yang diberlakukan warga disini, setiap pembeli tidak usah beli lewat pihak ketiga, tetapi bisa langsung memetik buahnya di lokasi penanaman, dengan harga jual yang bervariasi,” ujarnya.

Harga jual, warga mematok nilai dalam rupiah sebesar Rp 7.000,- hingga Rp 10.000,- untuk varietas keprok siyem, sedangkan untuk varietas batu lima, warga mematok harga Rp 11.000,- hingga Rp 12.000,-.

Setiap panen, menurut Suyut, varietas batu lima sudah dipastikan bakal dimunculkan dalam pameran yang diselenggarakan Pemerintah Daerah lewat Dinas terkait.

Tanaman jeruk varietas batu lima, usia 3 hingga 4 tahun sudah mulai terlihat buahnya. Diakui Suyut, jeruk ini hasilnya memang tidak menentu, kalau hasilnya melimpah, sistem jual belinya memberlakukan pembelian satu pohon penuh alias tanpa menghitung bobot buah jeruk, dan transaksi berada ditempat.

“Rasa buah, jeruk yang ditanam warga Desa Blimbing tidak kalah dibanding jeruk dengan varietas yang sama di desa-desa lain. Jeruk ini sudah menjadi sumber utama pendapatan warga disini, dan hasilnya bisa 5 hingga 6 kali dibanding tanaman jagung, ketela maupun padi,” bebernya. Sehingga dengan kondisi alam seperti lereng Gunung Wilis ini, bertani jeruk sudah menjadi sumber pendapatan yang sangat menjanjikan dan bisa mendongkrak kesejahteraan petani, khususnya di Desa Blimbing ini. (dodik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + twenty =