Mobil Wartawan RMOLBengkulu Terbakar Duga Kena Teror

Mobil Wartawan RMOLBengkulu Terbakar Duga Kena Teror
Mobil Wartawan RMOLBengkulu Terbakar Duga Kena Teror

Bengkulu, BM – Salah satu wartawan RMOLBengkulu yang bertugas di Kabuapten Lebong, Alexander diduga mendapat teror dengan membakar mobil. Kejadian tersebut dini hari sekitar Pukul 03.00 WIB.

Dengan kejadian tersebut warga Desa Pelabuhan Kecamatan Bingin Kuning heboh, karena adanya mobil milik jurnalis RMOLBengkulu Alexander dengan nomor polisi BD 1598 H yang terbakar. Untungnya api yang sudah menyalah disebelah kiri depan, tepatnya di bagian lampu depan tersebut. Cepat diketahui salah satu warga yang kebetulan lewat. Melihat api sudah menyalah, warga tersebut langsung berteriak dan memanggil warga sekitar yang sedang terlelap tidur. Berkat kerjasama warga, api yang diduga baru menyala tersebut bisa langsung dipadamkan.

Awalnya masyarakat mengira api yang menyalah pada mobil BD 1597 H tersebut, karena konsleting pada aliran listrik atau pengapian pada Mobil tersebut. Namun perkiraan awal warga dan keluarga langsung terbantahkan, ketika dibuka pada kap mobil tidak ada kepulan asap dari dalam kap mobil. Dengan demikian konsleting arus listrik mobil terbantahkan.

Yang menguatkan dugaan adanya unsur kesengajaan bahwa mobil tersebut sengaja dibakar, adanya bukti sisa terbakar Pampers yang beraroma pertalite yang menempel pada plastik bamper mobil tersebut.

Entah ada kaitannya dengan pekerjaan yang dilakoni Alexander yang merupakan wartawan RMOL Bengkulu yang bertugas di Kabupaten Lebong. Karena tidak semua orang siap dikritik ataupun disoroti kinerjanya. Karena kepastian siapa pelaku maupun dalangnya itu sudah diserahkan pihak keluarga kepada Polres Lebong.

“Melihat adanya sisa indikasi berbentuk pampers beraroma pertalite memang menguatkan unsur sengaja dibakar, tapi saya tidak mau berspekulasi karena saya sudah serahkan ke penyidik Polres Lebong,” sampai Alex, Jumat (14/6)

Ditambahkan Alex, secara pribadi dirinya bersama keluarga tidak merasa adanya terlibat masalah serius dengan siapapun. Karena dirinya hanya menjalankan pekerjaan seperti biasanya.

“Alhamdulillah ada warga yang cepat melihat dan berteriak memanggil warga lainnya. Karena seandainya tidak ada warga yang melihat, mungkin bukan saja mobil tapi rumah orang tua saya juga ikut terbakar,” bebernya.

Terkait permasalahan tersebut, lanjut Alex, dirinya sudah menyerahkan masalahnya dengan Polres Lebong.

“Saya tidak mau menduga-duga, tapi terkait apa motif pelaku tersebut, saya serahkan ke penyidik Polres,” ucapnya.

Sementara itu Kapolres Lebong AKBP Andree Ghama Putra SH SIK melalui Kasat Iptu Teguh Ari Aji SIK membenarkan adanya laporan dari Alexander terkait terbakarnya mobilnya yang terparkir didepan rumah milik keluarganya. Semua keterangan termasuk saksi-saksi yang yang melihat kejadian pertama kali akan diminta keterangan pendukung.

“Laporan sudah kita terima dan tim penyidik sudah lakukan olah TKP dan mencari data pelengkap terkait kejadian tersebut,” sampai Kasat.

Sementara itu salah satu Tokoh Masyarakat Kabupaten Lebong, Algodi Sumarjan mengecam adanya dugaan indikasi teror untuk melemahkan independensi jurnalis.

Terkait hal tersebut, dirinya tetap mendukung upaya kepolisian untuk mengungkap siapa dalang sebenarnya. Karena jika memang benar, berarti ini adalah upaya pelemahan dan ancaman pekerja jurnalis, yang memang harus kritis sebagai corong informasi kepada masyarakat.

“Saya yakin ini ada kaitannya dengan sejumlah pemberitaan yang begitu kritis dari jurnalis Alexander. Untuk itu kami dari masyarakat mendukung upaya Polres Lebong, mengungkap dugaan teror yang dialami jurnalis,” tegasnya. (MS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 + eleven =