Dialog Kebangsaan, Bela Negara Wujudkan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Dialog Kebangsaan, Bela Negara Wujudkan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
Dialog Kebangsaan, Bela Negara Wujudkan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Bengkulu, BM – Dialog Kebangsaan Bela Negara Indonesia Bersatu digelar di Gedung Universitas Muhammadiyah IV, Jumat(12/7), Radio Republik Indonesia (RRI) bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan (KEMENHAN) RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) RI, Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Pada kesempatan ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan persatuan dan kesatuan merupakan sebuah kebutuhan, sedangkan membela negara adalah kewajiban yang harus dijalankan oleh warga negara, karena jika hal tersebut tidak seiring sejalan, akan muncul ancaman baik dari dalam maupun luar.

“Pancasila, Bahasa, Undang-undang dasar (UUD), Bendera merah putih, dan konsep bernegara menjadi satu, yang merupakan elemen pemersatu bangsa. Untuk itu, kita sebagai anak bangsa harus terus bela negara agar kita tetap utuh tanpa perpecahan,” ujar Rohidin dalam pertemuan Dialog Kebangsaan Bela Negara Indonesia Bersatu

Lebih lanjut, Rohidin mengingatkan Tokoh Nasional asal Bengkulu, Fatmawati telah berperan memersatukan bangsa lewat balutan kain berwarna merah dan putih yang ia jahit sendiri, dan sekarang menjadi simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita sungguh bangga, apa yang dilakukan ibu kita (Fatmawati) menjahit Sangsaka merah putih demi terwujudnya kemerdekaan. Hal ini, terpikirkan olehnya jauh sebelum hari kemerdekaan, ini merupakan wujud bela negara yang dicontohkan Ibu negara pertama republik ini,” jelas Rohidin

Sementara, Direktur Jenderal (Dirjen) Potensi dan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Pothan Kemhan) Bondan Tiara Sofyan mengatakan ancaman nyata yang sedang menyerang generasi bangsa ini zaman sekarang adalah ancaman terhadap pola pikir.

“Ancaman pola pikir (mindset) melalui gadget (cyber) sangat mengancam kehidupan saat ini, sehingga generasi muda terdistorsi kearah yang menyimpang dan menjauh dari kemerdekaan,” kata ibu Bondan

Dalam bela negara, sebagai anak bangsa perlu menjaga 3 hal agar negara ini tetap utuh, pertama kedaulatan bangsa, kedua keselamatan bangsa dan ketiga keutuhan wilayah NKRI. Indonesia ini luas dan beraneka ragam, oleh sebab itu dari sabang sampai marauke jangan terpecah belah.

“Generasi muda sebagai pelopor masa depan perlu menjalankan bela negara, Kita harus yakinkan bahwa Indonesia tetap sabang sampai merauke dari pulau Miangas sampai Rote, enggak boleh secuil-pun yang keluar dari wilayah itu,” tegas Bondan

Lebih lanjut, Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Bambang Gunawan menyampaikan di zaman yang serba canggih ini, semua informasi berkembang begitu cepat dan mudah diakses siapapun. Untuk itu, ia berharap masyarakat dapat pintar memilah informasi yang benar-benar bermanfaat.

“Bela negara bukan semata angkat senjata, namun memerangi berita hoax merupakan salah satunya. Banyaknya informasi hoax yang bermunculan, hendaknya kita perlu menyaring kebenaran informasi sebelum mensharing (membagi) kepada orang lain, hal ini menghindari perpecahan bangsa,” imbuhnya

Terakhir, Direktur Utama LPP RRI Rohanudin menegaskan RRI memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan anak bangsa dan masyarakat Indonesia, dengan selalu menarasikan persatuan dan kesatuan pada setiap kesempatan, meski pekerjaan tersebut bukan hal mudah yang dapat diwujudkan. Tetapi jika dilakukan secara bersama-sama, menyuarakan kebangsaan dan memerangi hoax hal tersebut akan tercapai.

“Mari kita semua, khususnya dimulai dari generasi penerus bangsa, termasuk bagi karyawan serta karyawati RRI se Indonesia jumlahnya 6 ribuan, untuk menyuarakan kebangsaan ini. Jika kita lakukan bersama-sama, negeri ini akan tetap satu,” tutupnya

Acara Dialog Kebangsaan merupakan rangkaian dari Konser Kebangsaan yang digelar sejak tahun 2017, seiring waktu Konser Kebangsaan RRI telah berlangsung di Jakarta, Yogyakarta, Samarinda, Kendari dan Surabaya, juga Medan, Makassar, Semarang dan Denpasar. Tahun ini (2019), Konser Kebangsaan RRI juga akan diboyong ke Jember, Bengkulu dan Pontianak. (rl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven − six =