Tidak Dilengkapi Siring, Pembangunan Jalan Kabupaten Diprotes Warga

Benteng, BM – Pembangunan jalan menuju pusat perkantoran Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) saat ini menjadi perbincangan masyarakat Desa Karang Tinggi, Kecamatan Karang Tinggi, Jumat (09/8/2019).

Dikonfirmasi pewarta, salah seorang tokoh masyarakat Albert menuturkan pembangunan jalan oleh pihak Pemkab itu merupakan hal yang patut diacungi jempol. Namun sedikit disayangkan pengerjaan proyek jalan tersebut dinilai semrawut, lantaran sisi tepi jalan tidak memiliki aliran atau siring.

“Kami sangat apresiasi terkait pembangunan ini. Tapi kami minta sisi kanan kiri jalan hendaknya dibuat aliran air. Supaya ketika hujan turun air tidak menggenang diperkaragan rumah warga,” ujar Albert.

“Beberapa kali pembangunan, di sekitaran rumah warga ini tidak pernah dibangun aliran air. Tentunya hal ini memicuh kebingungan bagi masyarakat yang ada. Makanya, kami himbau kepada pemerintah kiranya dapat membuat aliran air disepanjang jalan tersebut. Agar ketika hujan air yang ada bisa dialirkan sampai batas sungai,” tambahnya.

Akibat dari hal tersebut, sambung Albert, beberapa dari warga yang ada terpaksa melakukan penimbunan area perkarangan agar dapat sejajar dengan jalan yang dibangun.

“Dikarenakan jalan yang dibangun lebih tinggi dari pada pemungkiman, makanya ada sebagian masyarakat yang rela meninggikan perkaranganya agar dapat sejajar dengan jalan yang ada. Menurut saya itu bukan solusi, karena apabila hujan turun maka hal tersebut bakal berdampak buruk bagi warga yang perkaranganya rendah. Tentunya ini akan memancing keributan sesama warga,” ungkap Albert.

Apabila nanti pemerintah sanggup membangun aliran air yang diminta, maka, lanjut dia, pihak warga bersedia menghibahkan sebagaian perkarangannya untuk dibangun siring.

“Kita siap menghibahkan lahan perkarangan kita untuk dibuat siring. Tidak harus lebar, dua jengkal sudah cukup. Tapi dibuat sedikit dalam agar air dapat mengalir secara baik. Kami sempat ingin menggunakan dana desa, namun hal itu akan menjadi tumpang tindih. Karena jalan ini merupakan jalan kabupaten,” pungkasnya.

Terpisah salah seorang warga lainnya, Isnani mengaku sangat kerepotan ketika hujan turun. Lantaran sisi jalan yang ada dikira cukup tinggi dibandingkan dengan pemungkiman warga.

“Kalau hujan turun pasti banjir. Karena dari dulu struktur jalan memang lebih tinggi. Apa lagi yang baru dibangun ini. Kami makin kesulitan ketika hujan. Mohon kepada pemerintah atau pihak terkait lainnya yang dalam hal ini pihak PU agar kiranya dapat membangun aliran air di sepanjang jalan depan rumah warga,” pinta Isnaini. (BM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten − 7 =