Peringati Hari Anak Nasional, DP3AP2KB Benteng Gelar Gadget Free Day

0
19

Benteng, BM – Memperingati Hari Anak Nasional Forum Anak Bengkulu Tengah (Fabet) menggelar kegiatan Sehari Tanpa Smartphone (Gadget Free Day) di lapangan sepak bola Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).

Kegiatan yang dinaungi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Benteng tersebut bertujuan untuk menciptakan ruang layak anak.

Kepala DP3AP2KB Benteng, Sri Haryati Prasetya, S.STP., M.Pd mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif anak-anak Fabet, sesuai dengan tema kegiatan, anak-anak diingatkan kembali dengan permainan tradisional Indonesia.

“Bertemakan sehari tanpa gadget, dalam acara tersebut anak-anak disuguhkan dengan berbagai permainan tradisional, mulai dari permainan lompat kodok, karet, egrang, calabur dan bakiak,” sampainya, Kamis (05/9/2019).

Kegiatan ini, lanjutnya, tidak termasuk dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) milik DP3AP2KB, melainkan inisiatif dari Forum Anak Bengkulu Tengah.

“Ini inisiatif anak Fabet yang dengan sendirinya mengalang dana sesama mereka (Fabet, red). Melihat dana yang terkumpul tidak seberapa dan semangat mereka cukup tinggi, makanya saya berinisiatif bantu mereka mengajukan proposal ke dinas-dinas dan perorangan,” jelas Sri.

“Mulai dari Dinas Perpustakaan, Dinas Kesehatan, Bapak Bupati, Bapak Wabup, Bapak Riko, Ibu Evi, Bapak Bebby Hussy, Ibu Jum, Satgas, Ipe KB, Diknas, Kampung Dongeng, seluruh guru dan GOW,” sambungnya.

Kedepan, pihaknya berharap kegiatan tersebut akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Dan untuk melakukan hal tersebut, semua Dinas ikut andil.

“Semoga bisa lebih matang dan terjalin kolaborasi lagi dengan Disduk Capil, Perhubungan, Dikpora, Pariwisata dan dinas-dinas lainnya. Sehingga kedepan event ini lebih meriah lagi dan Bengkulu Tengah mampu meraih penghargaan kabupaten layak anak,” harapnya.

Selain itu, Koordinator Persiapan Hari Anak Nasional Bengkulu Tengah, Audy Bilqis Nabila mengatakan dengan mengangkat tema ini ia berharap anak-anak Benteng, bisa mengenang kembali masa-masa sebelumnya, dan melupakan sejenak yang namanya gadget.

“Dengan mengajak mereka bermain permainan tradisional, saya harap anak-anak di Benteng mampu mengingat kembali budaya yang hampir punah. Dan bagi mereka yang belum tahu, maka kita kenalkan supaya tahu, biar kedepan hak-hak mereka sebagai anak dapat terpenuhi,” demikian Bilqis. (BM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × two =