Bamsoet Beri Semangat Pemuda untuk Tidak Ragu Gapai Mimpi

Bambang Soesatyo saat memberikan keterangan pers kepada awak media, dalam acara Doa dan Zikir bersama santunan perempuan Kepala Keluarga dan Anak Yatim/Piatu, Selasa (8/10).
Bambang Soesatyo saat memberikan keterangan pers kepada awak media, dalam acara Doa dan Zikir bersama santunan perempuan Kepala Keluarga dan Anak Yatim/Piatu, Selasa (8/10).

Jakarta, BM – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan pentingnya anak negeri agar tidak minder dan ragu melangkah meski bukan berasal dari dinasti politik, karena memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan memegang pucuk pimpinan.

“Anak muda tidak boleh minder dalam melangkah kedepan meski bukan dari dinasti, yakinlah melangkah,” ujar Bambang, dalam acara Doa dan Zikir, dikediamannya, Wydia Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Lanjutnya, semua itu pembuktian bahwa sekalipun rakyat jelata, peluang dan mimpi itu bisa diraihnya dengan kerja keras dan cerdas.

“Meski kadang dalam beberapa hal, ada jalan hidup mengalir menjemput takdir,” pesannya didepan ratusan anak Yatim dan kaum dhuafa.

Dia menjamin, bahwa stabilitas politik akan menjadi tanggung jawabnya, hubungan eksekutif dan legislatif yang dinamis akan berjalan lebih bersahabat. Keyakinannya, Presiden Jokowi dapat menjalankan fungsi eksekutif dengan sebaik-baiknya dan aman sampai akhir masa jabatan.

Disela acara, kader Perempuan Golkar sekaligus Koordinator acara doa dan zikir, Dina Hidayana, menyampaikan ucapan terimakasih bagi yang telah menghadiri acara doa dan zikir sore ini.

“Terimakasih buat pak Bamsoet dan anak yatim serta para hadirin yang telah menyempatkan hadir di kediaman Widya Candra,” ucap Dina.

Dia juga berpesan, Perempuan Kepala Keluarga adalah ibu bangsa yang perlu dilindungi oleh negara dalam kehidupan dan penghidupannya, juga anak yatim/piatu yang merupakan generasi masa depan bangsa.

Dina juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mendoakan negeri tercinta agar senantiasa aman dan damai. “Semoga bangsa ini terhindar dari konflik sosial dan tindakan anarkis yang memicu disharmoni dan penurunan kualitas generasi masa depan,” tutup Dina.(Ams)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven + five =