Disbudpar Aceh Gelar FGD Analis Data dan Segmen Pasar Wisata

0
119

Langsa – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) Analisis Data dan Segmen Pasar  Wisata Aceh yang berlangsung di Aula Hotel Harmoni Kota Langsa pada Senin (21/10).

Akmal fajar SSTP, M.Si Kasie Strategi Komunikasi dan Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Aceh mengatakan, FGD melibatkan 30 orang peserta dari Dinas Pariwisata, Bappeda, BPS, Imigrasi, Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang 

“Kegiatan ini dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh bekerjasama dengan Career Development Centre (CDC) Fakultas Ekonomi universitas Syiah Kuala,”ujarnya.

Lanjutnya, Kegiatan Focus Group Discusion (FGD) Analisis Data dan Segmen Pasar Wisata Aceh ini memang untuk menjaring berbagai masukan secara sistematis, terarah dan terfocus berkaitan dengan isu peningkatan kunjungan wisatawan. Hasil dari kegiatan ini nantinya juga akan menjadi masukan analisis dari survey di beberapa Kab/Kota yang dilakukan oleh Tim CDC Fakultas Ekonomi Unsyiah.

Sementara itu, Wakil Walikota Langsa Dr. H. Marzuki Hamid, MM mengapresiasi Pemerintah Aceh yang telah memberikan kepercayaan kepada Kota Langsa sebagai tuan rumah pelaksanaan FGD ini.

Dikatakan Wakil Walikota, pariwisata di Aceh mendapat prestasi yang sangat luar biasa, baik secara Nasional maupun internasional.

“Ini menunjukkan bahwa kita memiliki potensi pariwisata yang sangat besar di Aceh ini. Tetapi selama ini pengelolaannnya, jaringannya, promosinya yang belum maksimal dilakukan,”jelasnya.

“Kita juga belum maksimal melakukan sinergi dalam pariwisata, masing-masing masih bergerak sendiri-sendiri,”tambahnya.

Sambungnya, hidupnya wisata di Aceh tidak hanya dilakukan oleh Dinas Pariwisata, baik di Propinsi maupun di Kota Langsa.

“Kita butuh dukungan pihak lainnya. Seperti akses menuju lokasi wisata harus didukung oleh jalur jalan yang bagus, adanya jaringan listrik, air, fasilitas tempat-tempat ibadah dan fasilitas2 lainnya.

Begitu jga dengan Dinas Koperindag, sangat diperlukan dalam mengembangkan sektor UMKMnya, seperti usaha jualan makanan khas yang nantinya dapat dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan.

“Jadi semuanya saling conect atau terhubung, dalam memberikan dukungan pengembangan sektor pariwisata ini. Mari kita berdiskusi nantinya, menganalisis apa yang unik yang menjadi potensi wisata. Mudah-mudahan diskusi ini menjadi tambahan ilmu dan pengetahuan kita bersama,”tukasnya.

FGD yang mengusung tema “Penguatan positioning Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan” ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Langsa, pelaku pariwisata, serta peserta FGD. ( Syamsuddin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here