Hari Pahlawan, Masyarakat Kabupaten Batang Kehilangan Sosok Guru dan Tokoh Nu Kharismatik

0
165
Foto : Bupati Batang yang sedang bertakjiah di Pondok pesantren Asasul Huda usai Upacara Hari Pahlawan (10/11/19) kemarin. (Sukirno)

BATANG, BM – Masyarakat Batang berkabung dan duka yang masih menyelimuti Ponpes Asasul Huda, Dukuh Klawen, Desa Candigugur, Kecamatan Bawang Kabupaten Batang. Bertepat dengan perayaan hari pahlawan tahun ini,  sosok ulama besar dan kharismatik KH Chamdan Sualiman  pemimpin Ponpes Asasul Huda berpulang ke Rahmatullah.

Sosok KH Chamdan dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki kharismatik dan  juga merupakan tokoh pejuang  agama Islam dan para santi. Dalam kanca perjalanan hidupnya Ia juga berperan merebut kembali kemerdekaan dari tangan penjajah pada era perjuangan Republik Indonesia.

Duka yang sangat mendalam bukan hanya dirasakan  masyarakat, para ulama dan santri, kepergian KH Chamdan. Namun juga  jajaran Pemkab Batang. Dengan jargon KH Chamdan “Sopo sing gelem gandulan NU uripe bakal berkah” hal ini masih tertanam dan membekas disanubari para santri.

Kepergiannya mengundang banyaknya para  pelayat yang hilir mudik, bukan hanya sekitar bawang maupun kecamatan lain di kabupaten Batang namun juga dari luar kota yang tidak terhitung banyaknya berdatangan  ke Ponpes Asasul Huda untuk mengungkapkan duka citanya.

Tak terkecuali Bupati Batang Wihaji,  yang datang ke Ponpes Asasul Huda, Minggu (10/11) kemarin. Bersama sang istri Uni Kuslantasih Wihaji, dan putranya, Wihaji ikut berkabung ditengah ratusan pelayat.

Dikatakan Wihaji, Kabupaten Batang telah kehilangan sosok pahlawan dan ulama besar. “Beliau adalah tokoh panutan, tak terhitung jasanya bagi agama dan negara,” ucap Wihaji disaat mengenang sosok Almarhum KH. Chamdan.

Dilanjutkan Wihaji, tidak hanya berjasa karena merebut kemerdekaan saja, KH Chamdan juga berjasa mencerdaskan bangsa. Tentunya masyarakat Kabupaten batang sangat merasa kehilang.

“Kami ikut berduka atas kepergian KH Chamdan, ia guru kami, serta panutan masyarakat. Kita berharap sangat perjuangan KH. Chamdan wajib dilanjutkan oleh generasi penerus. Atas jasa dan kiprah KH. Chamdan, ia berhak dianugerahi gelar pahlawan untuk agama dan negara,” pungkasnya. (Sukirno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here