Pemred Beritamerdekaonline.com, Pastikan ERS Wartawannya

0
342
Foto: ERS saat di kunjungi anggota polsek kaur selatan (27/11/2019)

Kaur – Menanggapi dugaan pengancaman yang dilakukan Mulyadi kepada Eko Ririn Sabirin selaku wartawan beritamerdekaonline.com, Kepolisian dari Polsek Kaur Selatan menemui Eko Ririn Sabirin, S.Hum untuk mengkomfirmasi dan memastikan, dugaan pengancaman Mulyadi yang akan menangkap Wartawan beritamerdekaonline.com pada hari Rabu malam pukul 19:26 WIB (26/11/2019).

Sebelumnya, Heri bersama rekannya dari Polsek Kaur Selatan membenarkan bahwasanya, Mulyadi adalah seorang Polisi yang bertugas di Polsek Kaur Selatan. Pernyataan tersebut disampaikannya saat ia ditugaskan untuk menemui Saudara Eko Ririn Sabirin, S.Hum selaku wartawan beritamerdekaonline.com untuk mempertanyakan kronologis Mulyadi dan Eko tersebut.

“Maaf Pak Eko menganggu kesibukan Bapak, apakah benar Mulyadi menelpon Bapak Eko pada malam kemarin dan apakah benar pula Pak Mulyadi mengancam Anda untuk menangkap Bapak,” tanya Heri Rabu (27/11/2019).

Baca Juga: Mengaku Polisi Mulyadi Ancam Tangkap Wartawan

Tentunya Saudara Eko Ririn Sabirin, S. Hum menjelaskan kepada Heri yang bertanya serta ingin tahu yang terjadi sebenarnya.

“Ya Pak Heri, pada malam kemarin saya di telpon. Saya tidak tahu bahwa Pak Mulyadi itu benar-benar Polisi, karena Pak Mulyadi tiba-tiba mengancam ingin memasukan saya ke penjara, dan mengaku sebagai mantan wartawan juga, serta menuduh saya minta-minta duit dengan Kades Pasar Sawoh, diakhir telponan Pak Mulyadi menjajikan untuk Ping WA nya, setelah saya tunggu sampai jam 12 malam No Pak Mulyadi belum ada, masuk ke WA saya,” ujar Saudara Eko kepada Heri.

Tak hanya itu Heri juga menanyakan bukti rekaman tersebut.

“Ini pak buktinya, ini pak rekamanya kalo saya bohong atau membual. dan Heri pun mendengarkan rekaman tersebut, ” jelas Eko.

Setelah mendengar dan mendapat informasi yang valid dari wartawan beritamerdekaonline.com, tentunya Kepolisian Polsek Kaur Selatan mengucapkan Terima Kasih atas informasi yang telah dijelaskan oleh Saudara Eko.

“Sekali lagi, maaf ya pak menggangu kesibukan Bapak, Terima kasih atas waktunya dan penjelasannya,” tutup Heri dan rekannya.

Menanggapi hal tersebut, redaksi beritamerdekaonline.com, mengatakan bahwa seseorang yang mengaku polisi tersebut telah melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 pasal 4 ayat 1 yang berbunyi Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

Serta melanggar pasal 28 ayat 1 bahwa Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Pemred beritamerdekaonline.com Musdamori, S Mudun, S.Sos memastikan bahwa ERS adalah wartawannya yang tertera di Box Redaksi. Lebih lanjut, Musdamori S Mudun yang dipanggil akrap Mori tersebut, mengatakan, wartawannya tersebut dilindungi Undang Undang No 40 tahun 1999.

Disisi lain, ketua PWI Provinsi Bengkulu, Zacky Antoni melalui pesan WhatsApp tanggal 1 Desember 2019 pukul 08.49 Wib, menyesalkan atas semua tindakan yang berbentuk ancaman atau intimidasi terhadap wartawan.

“Kita menyesalkan dan mengecam tindakan  ancaman, intimidasi terhadap wartawan,” tegas Zacky. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × two =