Menumbuhkan Kesadaran Kaum Muda Diera Milenial Dalam Ekonomi Syariah Untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0

0
93

Negara RI merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Bahkan penduduknyapun mayoritas berada diusia produktif termasuk generasi milenial didalamnya. oleh karena itu jika potensi ini didorong dan masuk kedalam ekonomi syariah maka Indonesia bisa menjadi Negara basis industri halal. Pemerintahpun ikut mendorong generasi milenial menjadi pelaku ekonomi syariah, misalnya menjadi pengusaha atau entrepreneur yang membidik sektor-sektor industri halal mulai dari fashion muslim, makanan, hingga jasa.

Diera milenial, sistem ekonomi islam dipercayakan dapat mampu mengatasi masalah-masalah ekonomi ditanah air. Ada strategi yang dapat mendukung peran, prospek, dan perubahan sistem ekonomi konvensional menuju sistem ekonomis yariah. Strateginya adalah dengan melakukan perubahan-perubahan dalam sistem ekonomi disesuaikan dengan sistem syariah.

Dilansir dari kompas.com Bambang menyampaikan, pentingnya mengoptimalkan gaya hidup halal untuk mendorong perekonomian syariah. Mengingat, jumlahp enduduk Indonesia yang mayoritas Muslim, tentu menjadi peluang yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal. Disisilain, negara-negara lain juga sudah melihat betapa besarnya potensi dari industri halal ini.

“Kita penting untuk optimalkan pertumbuhan gaya hidup halal. Teknologi juga harus diterapkan untuk percepat pengoperasian proses industri ini jadi lebih efisien,” pungkasnya.

Selain di sektor makanan dan fesyen, industri halal juga bisa bergerak di bidang pariwisata. Selama ini, sektor pariwisata berbasis syariah masih sangat minim. Padahal, mayoritas penduduk Indonesia merupakan Muslim. Karena itu, pemerintah bersama dengan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan wisata halal.

“Pertumbuhan industri halal ini harus fokus kepariwisata, ini tentu bisa melayani berbagai macam konsumen atau wisata halal busana dan makanan ini mampu ciptakan lapangan kerja kesejahteraan dan fungsi naikkan konsumen,” paparnya. 

Dalam kesempatan yang sama Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan populasi Indonesia yang mayoritas beragama Islam menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong industri halal kekancah global. Permintaan untuk industri halal tidak hanya datang dari negara dengan penduduk Muslim tetapi juga bisa dari negara-negaralainnya.

“Ini tren bagaimana bisa membentuk model bisnis secara ekonomi dan keuangan. Ini sudah menjadi alternatif dari sistem atau sumber modal bisnis ekonomi dan keuangan lainnya. Banyak manfaat nggak hanya umat Muslim saja tapi umat lain dan semua manusia di bumi,” jelas dia

Di Indonesia, fenomena untuk menggunakan produk halal terjadi di berbagai segmen mulai dari makanan minuman, fesyen, hingga produk kecantikan. Kesempatan ini, yang menurut Perry, harus bisa dimanfaatkan demi menggaungkan ekonomi dan keuangan syariah.

Data The State of the Global Islamic Economy Report 2018-2019 menunjukkan besaran pengeluaran makanan dan gaya hidup halal dunia di 2017 mencapai 2,1 triliundolar AS dan diperkirakan akan terus tumbuh mencapai 3 triliun dolar AS pada 2023. Faktor utama pertumbuhan tersebut adalah peningkatan jumlah penduduk Muslim dunia yang mencapai 1,84 miliar jiwa di 2017 dan akan terus meningkat hingga 27,5 persen dari total populasi dunia di 2023. Peningkatan ini berdampak pada permintaan produkdanjasa halal yang terdiri dari makanan halal, pariwisata halal, fesyen muslim, rekreasi dan halal travel, serta farmasi dan kosmetik halal.

Ia meyakinkan bahwa pemerintah Indonesia akan mendorong pengembangan ekonomi syariah dengan beberapa langkah kongkrit. Mulai dari sertifikasi halal, meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia, memastikan infrastruktur, dukungan teknologi informasi dan regulasi yang bertaraf internasional, membangun jaringan platform, memperkuat integrasi paketwisata, meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap produk halal, melindungi hak cipta, dan menginisiasi inovasi produk berorientasi ekspor. Sehingga bisa mendapat pengakuan internasional terhadap konten lokal keislaman Indonesia. Dilansir dari Liputan6.com, Jakarta Generasi muda atau generasi milenial punya peran penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia kedepan. Apalagi, dengan perkembangan dunia digital seperti sekaran gini. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat menjadi pembicara di hadapan para bloger di kawasan Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

“Generasi ini potensial penggerak ekonomi. Kalian adalah pemain, pelaku. Anda bukan penonton. Anda yang memiliki, Anda yang melaksanakan, Anda yang jadi pelaku ekonomi kita,” kata dia.

Platform digital, lanjut Sri Mulyani, menjadi wadah bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam perekonomian. Menurutnya, itu adalah peluan gbaru yang mesti dimanfaatkan.

“Platform digital dalam kegiatan ekonomi jadi sangatbesar. Maka ini a new opportunity. Contohnya Anda punya produk yang bagus, tapi tidakdekatdengan market physically tidak Jakarta. Andadapatmendekatkan market dari digital,” jelas dia.

Pemerintah, lanjut Sri Mulyani, mendukung pengembangan teknologi digital itu melalui pembangunan infrastruktur. Sebab, kegiatan usaha digital takakan terwujud dengan baik tanpa adanya infrastruktur.

“Anda punya produk bagus di Pulau Samosir tapi kalau tidak bisa didatangkan ke customer di Bandung, Semarang, yang gakakan pernah bisa ketemu,” sambungnya.

Pemerintah juga membuat program acara yang memperkenalkan industri halal kepada masyarakat khususnya generasi milenial sekaligus pre-launching Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 yang bernama IIEFest.

Direktur Eksekutif KNKS VentjeRahardjo menuturkan IIEFest 2019 bertujuan untuk memperkenalkan industri halal kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjalankan gaya hidup halal dan potensi manfaatnya terhadap perekonomian Indonesia. Kegiatan ini terdiri dari bincang-bincang industri digital halal, pariwisata halal, Islamic edutainment, moslem modest fashion, dan pameran industri halal yang diramaikan pelaku industri, regulator, start-up milenial, UMKM, dan masyarakat umum.

Ia menyebutkan KNKS juga akan meluncurkan masterplan ekonomi syariah 2019-2024. Masterplan EkonomiSyariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 akan menjadi jawabab tantangan sekaligus menjadi peta jalan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia sehingga dapat mendukung pengembangan ekonomi nasional.

Selain itu, milenial dianggap cocok karena hidup di era digital. memajukan ekonomis yariah berupa industri halal di Indonesia saat ini harus mengikuti perkembangan jaman.

Oleh: Astri Simbolon, R. Rama Muamar Rifki, Ferry Irawan Lesgawati Purwonegoro, M. Mifta Salhindra, Mahasiswa Fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × one =