Akibat Bau Busuk dan Limbah, Warga Kecamatan Nguter Gelar Aksi Didepan PT RUM

0
215
Foto : Ratusan warga dari 16 Desa di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo yang sedang melakukan aksi unjuk rasa, dengan membawa poster bertuliskan "Hentikan Pencemaran Lingkungan" ,Selasa (10/12/2019). (Budi Supriyatno).

SUKOHARJO, BM – Ratusan warga Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa, pada Selasa (10/12/2019), terkait bau busuk serta pencemaran limbah dari PT Rayo Utama Makmur yang kian pekat menyebar di daerah Kecamatan Nguter.

Menurut salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut, Hirman mengatakan, warga kecamatan Nguter sudah hampir dua tahun ini menghirup bau busuk yang menyengat dari PT Rayon Utama Makmur (RUM).

“Sudah dua tahun ini kami semua warga kabupaten Sukoharjo, terutama Kecamatan Nguter harus mencium aroma bau busuk yang menyengat dari PT RUM tersebut, kalau ini di biarkan saja maka akan menjadikan penyakit untuk semua warga,“ kata Hirman.

Lanjutnya, karena ini permasalahan yang sangat serius, untuk itu semua warga di kecamatan Nguter berharap dan meminta pada pemerintah untuk dapat segera mengatasinya.

Namun sayangnya, kata Hirman, perhatian dari pemerintah baik dari pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Gubenur Jawa Tengah dan Presiden Indonesia. Hingga saat ini belum ada perhartin terhadap kejadian ini.

“Kami sudah laporkan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo dan Polres Sukoharjo, namun tidak dilakukan proses sebagaimana mestinya. Hal tersebut jelas terlihat pada kami sebagai warga, bahwa tidak adanya kepedulian dan keberpihakannya terhadap kami sebagai warga masyarakat Kabupaten Sukoharjo,” terangnya.

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang sebagai pendamping dari tuntutan warga akibat bau busuk tersebut, Arif mengungkapkan, warga di kecamatan Nguter khususnya, sepertinya selama ini warga dipaksa untuk  menghirup bau busuk.   

“Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan,” jelas Arif.

Dijelaskannya, bau busuk yang membuat warga semakin resah, diduga akibat limbah dari PT RUM. Pihaknya akan terus mendampingi permasalahan ini hingga selesai dan akan mendesak kepada bupati agar menaikkan sanksi administratif, berupa pencabutan ijin lingkungan.

Tambahnya, satu kecamatan Nguter ini terdapat 16 Desa yang terdampak pencemaran bau busuk dari limbah PT RUM tersebut. Karena pencemaran bau busuk ini akan membuat penyakit terhadap warga, untuk itu pihaknya akan mengambil langkah-langkah selain mendesak Bupati Sukoharjo.

“Kita akan meminta kepada DLH mengabarkan informasi kepada masyarakat berkaitan dengan limbah PT. RUM. Karena sampai saat ini mereka masih menutupi laporan tersebut. Kita juga akan Mendesak gakkum DLHK menindaklanjuti laporan warga, serta mendesak Polres Sukoharjo untuk menindaklanjuti laporan warga berkaitan dengan pencemaran yg dilakukan PT. RUM,” pungkasnya. (Budi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here